Pemerintahan

Pemprov NTB dan PLN Identifikasi Potensi EBT Dukung Target Transisi Energi Nasional

Mataram (NTBSatu) – Pemprov NTB bersama PT PLN (Persero) terus mematangkan langkah menuju transisi energi bersih di Nusa Tenggara Barat. Kedua pihak resmi memetakan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) guna mendukung komitmen transisi energi nasional. Upaya ini sejalan dengan target nasional pemerintah bersama PLN yang mengejar kapasitas pengembangan PLTS hingga 100 GW.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, Samsudin, menyampaikan pengalihan teknologi berbasis energi bersih ini menyasar sekitar 30 titik lokasi potensi. Katanya, rencana ini mencakup area Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) serta titik interkoneksi Gardu Induk (GI) di seluruh wilayah NTB, dengan porsi terbesar berada di Pulau Sumbawa.

“Beberapa wilayah yang masuk dalam rencana pemetaan awal. Di antaranya Paok Motong, Ampenan, Bau Botok, serta Bima Dompu,” ujarnya, Selasa, 8 September 2026.

IKLAN

Samsudin menambahkan, melalui skema ini, Pemprov dan PLN akan mengonversi sejumlah PLTD berskala kecil menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Langkah daerah ini menjadi bagian dari program konversi PLTD (de-dieselisasi) secara nasional yang menargetkan total daya sekitar 1,7 GW. Namun, Samsudin memastikan fasilitas energi berkapasitas besar seperti PLTU Jeranjang dan PLTGU Ampenan tidak masuk dalam skema perombakan ini.

Guna merealisasikan program konversi energi ini, Pemprov NTB dan PLN kini memfokuskan perhatian pada pemetaan ketersediaan lahan penempatan panel surya. Samsudin mengatakan, tim gabungan menjadwalkan kunjungan ke lapangan dalam waktu dekat untuk menyiapkan data awal pembebasan lokasi.

Ia menjelaskan, perwakilan Pemerintah Provinsi NTB menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam proses penyiapan lahan ini.

IKLAN

“Tim gabungan segera turun ke lapangan, salah satunya ke Kabupaten Bima, untuk menyiapkan data awal pembebasan lokasi secara cermat agar tidak merugikan warga lokal,” lanjutnya.

Pelaksanaan program investasi hijau ini juga dipastikan membuka ruang kolaborasi luas dengan pihak swasta melalui skema Independent Power Producer (IPP).

Jaminan Stabilitas Pasokan Listrik Masa Transisi

Samsudin mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir terhadap potensi penurunan tegangan ataupun gangguan pasokan listrik selama masa peralihan teknologi berlangsung. Ia menyebut pihak PLN memberikan jaminan keandalan sistem jaringan.

“Pemerintah dan PLN menjamin seluruh pembangkit berbasis fosil yang ada saat ini tetap beroperasi sebagai cadangan utama hingga sistem PLTS siap beroperasi penuh secara teknis,” lanjutnya.

Menurut Samsudin, tim teknis telah menyiapkan seluruh kalkulasi dan penguatan jaringan secara matang guna memastikan pasokan listrik ke rumah tangga maupun industri tetap stabil tanpa pemadaman.

Dinas ESDM NTB menilai peralihan menuju energi bersih ini memberikan dampak ganda (multiplier effect), khususnya bagi sektor pariwisata daerah yang sedang berkembang pesat.

“Kami berharap peralihan menuju energi bersih ini mampu memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata hijau (green tourism) berbasis keberlanjutan. Pengoperasian energi surya akan meningkatkan nilai jual serta daya saing daerah di tingkat internasional,” tuturnya. (Japriani)

Artikel Terkait