Dinas Pendidikan Mataram Kucurkan Rp2,2 Miliar Perbaiki Tujuh Sekolah
Mataram (NTBSatu) – Dinas Pendidikan Kota Mataram mengucurkan anggaran Rp2,2 miliar, untuk melakukan perbaikan serta penambahan ruang kelas baru di tujuh sekolah.
Langkah ini sebagai respons cepat terhadap kondisi infrastruktur di sejumlah sekolah yang mulai mengalami kerusakan, serta keterbatasan daya tampung siswa.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram, Syarafuddi mengatakan, kenyamanan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Kita tidak ingin sekolah-sekolah di Mataram dalam kondisi yang kurang atau tidak layak. Karena ini dapat mempengaruhi kualitas belajar siswa,” ujar Syarafuddin, Rabu, 20 Mei 2026.
Tujuh sekolah yang menjadi sasaran program ini terdiri dari jenjang SD dan SMP. Untuk jenjang SD meliputi SDN 30 Cakranegara, SD Model, dan SDN 44 Cakranegara. Sementara itu, untuk jenjang SMP mencakup SMPN 17 Mataram, SMPN 19 Mataram, SMPN 8 Mataram, serta SMPN 13 Mataram.
Syarafuddin merinci, penggunaan dana tersebut untuk dua kebutuhan mendesak. Rehabilitasi berfokus pada perbaikan ruang kelas serta atap bangunan yang telah lama rusak, dengan alokasi khusus Rp300 juta untuk setiap sekolah.
Sementara itu, sisanya untuk pembangunan ruang kelas baru guna mengatasi keterbatasan kapasitas di sekolah terkait. Menurutnya, terdapat empat sekolah yang membutuhkan penambahan ruang kelas baru. Sementara itu, sekolah lainnya memerlukan perbaikan menyeluruh pada struktur bangunan yang sudah lama tidak direnovasi.
Pengerjaan proyek ini sudah mulai berjalan di sejumlah titik. Dinas Pendidikan Kota Mataram menargetkan, pembangunan rampung dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Sehingga, fasilitas tersebut dapat segera sekolah gunakan saat tahun ajaran baru tiba.
“Kita targetkan semua pengerjaan selesai sebelum tahun ajaran baru dimulai. Jadi nanti siswa bisa langsung menempati kelas yang sudah direnovasi,” tegas Syarafuddin.
Tingkatkan Kualitas Belajar dan Kenyamanan Siswa
Pemilihan sekolah berdasarkan pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Syarafuddin menyatakan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan guna mendukung kenyamanan siswa dalam belajar.
Selain itu, ia memastikan seluruh proses pengerjaan akan dipantau ketat agar hasil perbaikan memberikan manfaat maksimal bagi satuan pendidikan yang bersangkutan.
Pemerintah pun berkomitmen menyalurkan bantuan infrastruktur setiap tahun bagi sekolah yang memerlukan perbaikan sarana pendidikan, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
“Harapan kita, dengan adanya perbaikan ini, anak-anak kita lebih semangat lagi belajarnya dan guru-guru juga lebih fokus dalam mengajar. Karena sarana dan prasarananya sudah lebih baik,” tutupnya. (*)




