Gubernur Iqbal Pastikan Guru PPPK Paruh Waktu di NTB Terima Gaji Rp500 Ribu Mulai September
Mataram (NTBSatu) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal memastikan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di NTB menerima Gaji Rp500 ribu per bulan mulai September 2026.
Gubernur Iqbal menyampaikan hal tersebut saat menghadiri penutupan Training ESQ Peduli Pendidikan bertemakan “Untukmu Guru” di Unizar Mataram, Kamis, 7 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal mengakui, terjadi kesalahan kebijakan atau policy error yang membuat penghasilan sejumlah guru PPPK Paruh Waktu turun drastis.
Ia menyebut, sebelumnya ada guru yang menerima penghasilan sekitar Rp2,5 juta sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP). Namun setelah kebijakan berlaku, penghasilan mereka justru turun menjadi Rp40 ribu hingga Rp80 ribu per bulan.
“Saya sadar ada policy error. Ada teman-teman guru PPPK Paruh Waktu yang tadinya penghasilannya Rp2,5 juta sesuai UMP, tiba-tiba hanya menerima Rp40 ribu per bulan,” ujarnya.
Gubernur Iqbal mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan, persoalan kesejahteraan guru kerap menjadi pembahasan serius bersama Wakil Gubernur NTB.
Menurutnya, pemerintah kini mencari jalan keluar di tengah kondisi fiskal yang terbatas. “Mulai bulan September nanti Rp500 ribu penghasilan minimum per bulan,” katanya.
Meski begitu, Gubernur Iqbal menegaskan kebijakan tersebut menjadi langkah awal. Pemerintah, lanjutnya, akan terus meningkatkan kesejahteraan guru secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Mudah-mudahan kita lihat fiskal di tahun yang akan datang, nanti mudah-mudahan kita bisa naikkan setahap demi setahap,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal juga menyampaikan permohonan maaf kepada para guru PPPK Paruh Waktu yang terdampak kebijakan tersebut. “Kami bisa membayangkan sulitnya menjalani kehidupan dengan gaji hanya Rp40 ribu, Rp80 ribu,” katanya.
Respons Guru PPPK Paruh Waktu
Salah satu guru PPPK Paruh Waktu di SMKN 1 Batu Layar, Husnawati menyambut baik kebijakan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Ia mengatakan, tambahan penghasilan tersebut memberi harapan baru bagi guru PPPK Paruh Waktu yang selama ini menghadapi keterbatasan pendapatan.
Menurut Husnawati, para guru tetap bersyukur meski nominal gaji yang pemerintah berikan masih terbatas. Ia menilai, tambahan itu setidaknya membantu kebutuhan sehari-hari.
“Kita bersyukur sih karena ada tambahan itu,” ujarnya kepada NTBSatu usai kegiatan.
Husnawati juga berharap, pemerintah kembali menambah melalui insentif pada masa mendatang. Selain itu, ia menyampaikan harapan besar guru PPPK Paruh Waktu di NTB, yakni meminta pemerintah mempercepat proses peralihan status menjadi PPPK Penuh Waktu agar kesejahteraan mereka lebih terjamin.
“Harapan kami akan ada insentif untuk ditambahkan dan kami bisa lebih segera ke peralihan dari paruh waktu ke penuh waktu,” katanya. (*)




