Headline News

Tangis Pilu Ibu NDR, Kenang Mimpi Terakhir Putrinya Sebelum Meninggal

Mataram (NTBSatu) – Kepergian NDR (21) pada Minggu, 17 Mei 2026, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, khususnya sang ibu. Di mata orang terdekat, mahasiswi cantik ini terkenal karena sosoknya yang periang.

Ibu kandung NDR, Eni Widyawati, menceritakan dengan haru sosok putrinya selalu ceria. Ia menyebutkan, jika anaknya memiliki tekad kuat untuk mandiri tanpa membebani orang tua.

“Kalau almarhumah ini memang anaknya yang betul ceria dia. Sehari-hariannya itu memang ceria,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 16 Juni 2026.

IKLAN

Sebelum berpulang, NDR sempat berkomunikasi melalui panggilan video bersama ibunya pada Kamis, 14 Mei 2026. Dalam percakapan tersebut, almarhumah menceritakan perkembangan kehidupan pribadinya. Termasuk mengenai berakhirnya hubungan asmara dengan sang kekasih.

Meski demikian, fokus utama percakapan mereka saat itu lebih banyak tertuju pada rencana masa depan dan penyelesaian tugas akhir kuliahnya.

Kegigihan Menyelesaikan Kuliah

Sebagai mahasiswa rantau yang jarang pulang, Eni menyebut NDR merupakan sosok yang fokus pada kuliahnya. Pertemuan terakhir keduanya berlangsung pada momen lebaran Idulfitri yang lalu.

IKLAN

Sedangkan dalam komunikasi terakhirnya, NDR sempat mengutarakan rasa lelah akibat menumpuknya beban tugas kuliah. Namun, sang ibu terus memberikan dorongan moral agar putrinya tetap bertahan.

“Memang dia sempat bilang, ‘Aku capek sebenarnya, Mama.’ Saya bilang, ‘Jangan capek sayang, menuntut ilmu kan itu harus,'” kenang Eni sambil terisak.

Di sisi lain, pada lingkungan kampus, NDR tergolong mahasiswa yang cukup tertutup mengenai lingkup pertemanannya. Eni menyebut, putrinya jarang bercerita aktivitas kelompoknya, kecuali sesekali saat ada perbedaan pendapat dalam mengerjakan tugas.

Keinginan untuk Mandiri

Selain itu, Eni juga menceritakan sisi mandiri NDR, yang terlihat kuat menjelang akhir hayatnya melalui ambisinya yang besar untuk bekerja.

Sang ibu yang bekerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat mengungkapkan, NDR berulang kali mengutarakan keinginannya untuk membantu perekonomian keluarga.

Melihat hal tersebut, Eni sempat mengarahkan NDR untuk melanjutkan ke program Pendidikan Profesi Guru (PPG) setelah wisuda. Mengingat peluang karier yang lebih jelas.

Almarhumah menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan motivasinya untuk mengikuti jejak karier ibunya.

“Dia berulang kali bilang, ‘Mau kerja, aku mau kerja.’ Kayanya dia enggak mau ingin ngebebanin orang tua sebenarnya,” tuturnya.

Rencana NDR untuk bekerja di instansi yang sama dengan ibunya kini tinggal kenangan. Keluarga kini mencoba mengikhlaskan kepergian almarhumah. (*)

Artikel Terkait