Lombok Barat

Kecewa Berat, Ayah di Lombok Barat Tega Bakar Ijazah dan Rapor Anaknya

Mataram (NTBSatu) – Sebuah video menunjukkan aksi nekat seorang ayah membakar ijazah, rapor, hingga seluruh perlengkapan sekolah anak perempuannya di salah satu wilayah Kabupaten Lombok Barat, viral di media sosial.

Pria itu mengaku, tindakan tersebut buntut dari rasa kekecewaan yang mendalam terhadap perilaku anaknya. Ia menunjukkan aksi tersebut secara jelas melalui rekaman gawai.

Pria tersebut diduga merasa kecewa karena anaknya yang baru duduk di bangku kelas 2 SMP, memilih menikah daripada melanjutkan sekolahnya.

IKLAN

“Rasa kekecewaan orang tua gagal mendidik anak,” ujarnya, melansir dari akun Facebook Sanusi Ajak, Selasa, 16 Juni 2026.

Kronologi Pembakaran Berkas

Dalam aksi yang terekam, kobaran api yang cukup besar membakar tumpukan kertas, buku pelajaran, hingga tas sekolah berwarna merah muda. Selain itu, tampak berjajar dua dokumen akademis bersampul tebal milik lembaga pendidikan dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di wilayah Lombok Barat.

Pria yang mengaku ayah kandung dari anak tersebut terus meluapkan isi hatinya selama proses pembakaran berlangsung. Langkah ini merupakan bentuk kepasrahan sekaligus rasa frustrasi yang memuncak akibat proses pengasuhan yang selama ini ia jalani.

IKLAN

Tidak hanya dokumen akademis yang hangus, sang ayah juga turut memusnahkan seluruh atribut sekolah milik anaknya.

Di samping kobaran api, terlihat sepasang sepatu sekolah berwarna putih, yang di dalamnya masih berisi kaus kaki. Serta sebuah topi seragam sekolah dengan tulisan angka 2026.

Selain itu, beberapa helai pakaian seragam, termasuk putih biru dan bendera merah putih kecil, tampak tergantung tepat di dekat lokasi pembakaran. Sebagai bagian dari barang-barang yang disasar.

Pria tersebut juga menyampaikan pesan mendalam, agar orang lain tidak mengalami peristiwa serupa. Khususnya bagi yang sedang membesarkan anak perempuan di usia sekolah.

“Semoga tidak mengalami ya teman-teman yang punya anak cewek masih sekolah. Cukup saya saja yang merasakannya,” lanjutnya.

Tindakan sepihak itu kini memancing perhatian publik secara luas, terutama terkait dampak administrasi sang anak untuk ke depannya. (*)

Artikel Terkait