PemerintahanSumbawa Barat

Bupati Amar Paparkan Arah Transformasi Kesehatan KSB di Forum Nasional

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., memaparkan arah transformasi kesehatan daerah dalam forum nasional di Jakarta pada Jumat, 4 September 2026. Bupati menghadiri acara Seminar, Workshop, dan Health Technology Expo 2026 di Hotel Harris FX Sudirman.

Perhimpunan Kolaborasi Kesehatan Nasional menggelar forum nasional tersebut hingga Minggu, 6 September 2026. Acara bertema smart healthcare ini menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr. Raden Vini Adiani Dewi, MMRS.

Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., menegaskan arah transformasi kesehatan daerah harus membawa perubahan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. Bupati menyampaikan prinsip utama pelayanan publik saat mengisi sesi pemaparan materi.

IKLAN

“Pemerintah harus menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses, cepat, berkualitas, efisien, dan berdampak bagi masyarakat,” kata Bupati Amar, Jumat, 4 September 2026. 

Pendekatan Layanan Kesehatan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat melakukan intervensi langsung ke tingkat kepala keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan. Langkah strategis ini masuk ke dalam program prioritas pemerintah daerah.

“Layanan kesehatan ini terakomodasi dalam sistem kerja program Kartu Sumbawa Barat Maju,” ujar Bupati Amar. 

IKLAN

Bupati Amar menekankan pentingnya membangun ekosistem kesehatan terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi digital dan pengelolaan data. Pemerintah daerah juga terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), rekam medis elektronik, dan telemedicine menjadi instrumen penguat pelayanan. Bupati Sumbawa Barat menyebut teknologi modern hadir untuk mendukung kinerja tenaga kesehatan, bukan menggantikan peran mereka.

Penggunaan perangkat pintar harus menjamin keselamatan serta kepuasan para pasien. Forum nasional ini mengimbau seluruh pemangku kepentingan agar menerapkan teknologi kesehatan secara etis dan aman.

Keikutsertaan Kabupaten Sumbawa Barat membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah lain, akademisi, dan industri teknologi. Selain itu, momen ini mempercepat terwujudnya pelayanan kesehatan modern yang terintegrasi dan berkelanjutan. (*) 

Artikel Terkait