Kota Bima

Cegah Bentrok Susulan, Satpol PP Kota Bima Siagakan Personel di Sekolah Rawan Tawuran

Kota Bima (NTBSatu) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyiagakan personel di sejumlah lokasi rawan guna mencegah aksi tawuran susulan antar pelajar di Kota Bima. Langkah ini merespons laporan warga serta unggahan viral mengenai bentrokan pelajar yang meresahkan masyarakat selama beberapa hari terakhir.

Aksi tawuran tersebut melibatkan kelompok siswa yang berkerumun di area publik. Berdasarkan laporan masyarakat, potensi bentrokan terdeteksi di sekitar kawasan STIE Bima hingga area Paruga Nae dan lingkungan sekolah.

Lakukan Pengawasan Ketat pada Jam Rawan

Merespons potensi gangguan ketertiban umum tersebut, Kepala Satpol PP Kota Bima, Erwin Rahadi, langsung menerjunkan tim untuk melakukan pengawasan ketat. Khususnya pada jam pulang sekolah.

IKLAN

“Saya memerintahkan anggota Satuan Polisi Pamong Praja untuk membantu menempatkan personel pada saat jam-jam pulang sekolah,” ujar Erwin kepada NTBSatu, Kamis, 3 September 2026.

Ia menjelaskan, jajarannya telah melakukan pengawasan intensif di lapangan selama tiga hari berturut-turut. Selain menempatkan personel statis, Erwin juga menginstruksikan regu patroli mobile untuk memantau pergerakan para siswa.

“Saya sudah minta Kasatpol PP dan Kabid untuk menempatkan anggota Satpol PP di sana pada saat jam menjelang pulang. Tujuanya untuk mengawasi agar tidak terjadi tawuran antar pelajar,” tegas Erwin.

IKLAN

Petakan Sejumlah Sekolah Rawan Bentrokan

Menurut penjelasannya, tren kecenderungan anak-anak untuk terlibat bentrokan belakangan ini tergolong tinggi. Lokasi kumpul para siswa juga kerap berpindah-pindah, mulai dari wilayah Penato’i hingga bergeser ke kawasan pusat kota lainnya. Oleh karena itu, pengawasan tidak hanya berfokus pada satu titik.

Ke depan, Satpol PP Kota Bima merancang pemetaan sekolah-sekolah yang berpotensi terlibat konflik. Petugas akan bersiaga secara rutin di titik rawan sembari membantu pengaturan lalu lintas di depan sekolah.

“Ada beberapa sekolah yang memang berpotensi terjadi tawuran, itu saya akan tempatkan anggota saya untuk mobile ke beberapa titik agar bisa dicegah,” tambahnya.

Meskipun harus membagi kekuatan dengan tugas rutin lain seperti penataan pedagang kaki lima (PKL) dan pertiban ternak, Satpol PP memastikan pengawasan aktivitas pelajar pada jam rawan tetap menjadi prioritas penanganan. (*)

Artikel Terkait