Sumbawa

Budidaya Rumput Laut Sumbawa Merosot, Hanya Tiga Sentra yang Masih Aktif

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Budidaya rumput laut di Kabupaten Sumbawa terus merosot dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat sejumlah sentra lama kehilangan aktivitas budidaya. Kini, pembudidaya masih menjaga produksi di tiga lokasi.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbawa, Naeli Zakiyah, S.Pi., M.T., mengatakan pembudidaya masih aktif mengembangkan rumput laut di Tanjung Bele, Labuhan Ujung, dan Labuhan Terujung.

“Dulu sentra rumput laut kita banyak, tetapi sekarang sudah jauh menurun. Yang masih eksis dan cukup bagus saat ini ada di Tanjung Bele, Labuhan Ujung, dan Labuhan Terujung,” ujarnya kepada NTBSatu pada Jumat, 4 September 2026.

IKLAN

Kualitas Benih Ikut Tekan Budidaya Rumput Laut

Menurut Naeli, kualitas benih menjadi salah satu persoalan yang ikut menekan perkembangan rumput laut. Sebab, pembudidaya biasanya mengurus pembibitan sekaligus pembesaran.

Selain itu, mereka terus memecah bibit dari hasil budidaya sebelumnya untuk kembali menanam. Akibatnya, pembudidaya jarang menggunakan sumber bibit baru.

“Pembudidaya kita melakukan pembibitan sekaligus pembesaran. Mereka terus memecah bibit yang ada untuk mengembangkan lagi. Jadi, sumber bibitnya masih dari yang itu-itu saja,” katanya.

IKLAN

Di sisi lain, pembudidaya juga menghadapi persoalan rumput laut yang mengalami kerontokan. Mereka menemukan kondisi tersebut dalam beberapa kali siklus budidaya.

“Banyak teman-teman yang mengeluhkan rumput lautnya rontok. Mereka sudah mencoba, tetapi ketika gagal akhirnya beralih ke komoditas lain,” ujarnya.

Seiring persoalan tersebut, beberapa wilayah yang dulu menjadi sentra rumput laut kini tidak lagi aktif seperti sebelumnya. Naeli menyebut Labuhan Mapin, Pulau Medang, dan Sangor sebagai beberapa lokasi yang mengalami penurunan aktivitas.

Sementara itu, budidaya rumput laut pernah mencapai perkembangan yang cukup baik sekitar 2011 hingga 2015. Setelah periode tersebut, aktivitas pembudidaya terus menurun.

“Sekitar 2011 sampai 2015 itu memang masa rumput laut kita cukup bagus. Setelah itu mulai turun secara bertahap,” katanya.

DKP Sumbawa Uji Bibit Kultur Jaringan

Untuk mendorong kembali budidaya rumput laut, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa mencoba bibit kultur jaringan dari Balai Besar Laut pada 2026.

Dinas Kelautan dan Perikanan memilih Tanjung Bele sebagai lokasi uji coba karena kondisi perairannya mendukung budidaya. Namun, hasil uji coba menunjukkan bibit lokal tumbuh lebih baik daripada bibit kultur jaringan.

“Kami mencoba kultur jaringan tahun ini di Tanjung Bele karena kondisi lautnya bagus. Tetapi hasilnya, bibit lokal justru lebih bagus,” ujarnya.

Karena itu, Naeli melihat kecocokan bibit dengan karakteristik perairan sebagai faktor penting dalam pengembangan rumput laut. Ia juga menilai bibit lokal Sumbawa memiliki peluang untuk mendukung upaya menghidupkan kembali sentra rumput laut di daerah tersebut. (*)

Artikel Terkait