NTBPemerintahan

Kasus DBD di NTB Terkendali, Dinkes Minta Masyarakat Tetap Waspada

Mataram (NTBSatu) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih terkendali hingga Juli 2026. Meski belum menunjukkan peningkatan signifikan, masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi penularan.

Data pemantauan epidemiologi Dinkes NTB mencatat, 1.116 kasus DBD hingga Juli 2026. Jumlah tersebut lebih rendah jika membandingkannya dengan catatan dua tahun sebelumnya. NTB mencatat 3.780 kasus pada 2024 dan 3.643 kasus sepanjang 2025.

Kepala Dinkes Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap menjaga kewaspadaan. Menurutnya, penularan DBD dapat berlangsung sepanjang tahun dan berpotensi meningkat saat musim hujan.

IKLAN

“Sampai dengan data terakhir yang kami terima, kasus DBD di Provinsi NTB belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun demikian, kita tidak boleh lengah karena DBD dapat terjadi sepanjang tahun,” ujarnya, Rabu, 2 September 2026.

CFR DBD NTB Masih Rendah

Tren kasus DBD di NTB mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, NTB mencatat 4.720 kasus, kemudian turun menjadi 2.696 kasus pada 2021.

Jumlah kasus kembali naik menjadi 3.080 kasus pada 2022 dan 3.458 kasus pada 2023. Angka tersebut mencapai 3.780 kasus pada 2024 sebelum turun menjadi 3.643 kasus pada 2025.

IKLAN

Selain memantau jumlah kasus, Dinas Kesehatan NTB melihat indikator kematian akibat DBD. Case Fatality Rate (CFR) pada 2026 tercatat 0,09 persen. Angka itu masih jauh di bawah target nasional sebesar 0,4 persen. Sementara Incidence Rate (IR) mencapai 19,29 per 100.000 penduduk.

Dinas Kesehatan NTB terus memperkuat surveilans dan kewaspadaan dini pada seluruh kabupaten dan kota. Masyarakat juga perlu aktif menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dengan menguras dan menutup tempat penampungan air serta mendaur ulang barang bekas.

Warga juga dapat memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan kelambu, serta memakai lotion antinyamuk. Jika mengalami demam tinggi, sakit kepala, atau mual, masyarakat perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar tenaga medis dapat memberikan penanganan sejak awal. (Japriani)

Artikel Terkait