Ekonomi BisnisLombok Tengah

Kunjungan Wisatawan Melonjak di NTB, Okupansi Hotel di Lombok Tengah Catat Rekor Tertinggi

Mataram (NTBSatu) – Sektor pariwisata NTB menunjukkan tren pemulihan kuat seiring lonjakan kunjungan wisatawan pada pertengahan tahun 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat, tingkat penghunian kamar hotel di Kabupaten Lombok Tengah menjadi yang tertinggi di seluruh wilayah NTB.

​”Pada bulan Juli, paling tinggi TPK-nya itu di Kabupaten Lombok Tengah. Okupansi hotel di Kabupaten Lombok Tengah itu paling tinggi di bulan Juli. Capai 51,70 persen,” ujar Kepala BPS NTB, Wahyuddin, pada Selasa, 1 September 2026.

IKLAN

​Kenaikan keterisian kamar ini terdorong oleh momentum libur sekolah serta meningkatnya arus kedatangan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Tingginya angka keterisian di Lombok Tengah juga karena keberadaan kawasan ekonomi khusus dan daya tarik destinasi wisata bahari yang terus menjadi magnet utama kunjungan.

​Lonjakan Tamu dan Okupansi Hotel

​Secara akumulatif di tingkat provinsi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada bulan Juli 2026 mencapai 51,54 persen. Angka tersebut tumbuh 6,68 poin dari bulan sebelumnya yang berada di level 44,86 persen.

​Jumlah tamu menginap di hotel bintang mencapai 143.079 orang, atau melonjak 16,78 persen secara month-to-month. Sementara itu, akomodasi non-bintang menampung 172.711 orang tamu, meningkat 15,37 persen dari bulan Juni.

IKLAN

​”Tingkat penghunian kamar di bulan Juli tahun 2026 itu naik dari 44,86 persen untuk hotel bintang menjadi 51,54 persen. Penyebab kenaikan ini karena pada saat sekarang ini kita lagi banyak tamu yang datang,” katanya.

​Pertumbuhan jumlah tamu menginap ini memberikan dampak positif signifikan bagi ekosistem pariwisata lokal. Mulai dari peningkatan pendapatan pelaku usaha perhotelan hingga menggeliatnya sektor UMKM kuliner dan transportasi di sekitar kawasan wisata.

​Durasi Menginap dan Asal Wisatawan

​Wisatawan mancanegara mencatatkan durasi tinggal lebih lama daripada wisatawan domestik. Di hotel bintang, rata-rata lama menginap tamu asing mencapai 2,35 hari, sedangkan tamu domestik mencatat rata-rata 1,72 hari.

​”Untuk rata-rata lama menginap tamu asing di hotel bintang itu 2,35 hari, kalau tamu domestik hanya 1,72 hari,” tuturnya.

​Pintu masuk udara internasional melalui mencatat kedatangan 9.039 wisatawan mancanegara lewat penerbangan langsung pada bulan Juli.

Kunjungan turis asing tersebut didominasi oleh wisatawan asal Malaysia sebanyak 1.178 orang. Selanjutnya, Prancis menyusul sebanyak 1.014 orang, serta Inggris.

​Tren positif ini diharapkan terus bertahan seiring dengan makin padatnya agenda agenda pariwisata dan event internasional yang dijadwalkan berlangsung di wilayah NTB pada semester kedua tahun ini. (*)

Artikel Terkait