HiburanNTB

Rilis “Kembang Dese”, Amtenar Hidupkan Kembali Karya Maestro Abdullah Mahsyar

Mataram (NTBSatu) – Grup musik Amtenar resmi merilis ulang lagu “Kembang Dese” karya maestro musik Lombok, almarhum Abdullah Mahsyar, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Dalam penggarapan ulang karya legendaris ini, Amtenar menggandeng dua cucu sang maestro, yaitu Olan Pelita Groove dan Lexa Apprigio. Olan mengungkapkan bagaimana perasaannya setelah membawakan lagu tersebut.

“Ada rasa yang berbeda ketika membawakan karya yang diciptakan oleh kakek sendiri. Bagi kami, ini bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang menjaga sebuah warisan agar tetap hidup dan terus dikenang,” kata Olan, Selasa, 1 September 2026.

IKLAN

Kolaborasi intergenerasi tersebut menghadirkan warna musikal baru tanpa menghilangkan esensi asli lagu. Langkah merilis kembali “Kembang Dese” bertujuan menjaga keberlanjutan warisan seni budaya Lombok agar tetap relevan di tengah perkembangan industri musik modern.

Kolaborasi Tiga Generasi

Keterlibatan Olan Pelita Groove dan Lexa Apprigio memberikan dimensi emosional yang kuat dalam proyek musik ini. Kehadiran mereka menegaskan komitmen keluarga besar almarhum Abdullah Mahsyar dalam merawat karya seni peninggalan sang maestro.

Melalui aransemen baru ini, Amtenar berperan sebagai jembatan yang menghubungkan karya klasik dengan pendengar generasi muda. Band yang berbasis di Lombok ini membuka ruang apresiasi baru agar “Kembang Dese” tidak sekadar menjadi ingatan nostalgia, melainkan karya yang terus tumbuh dan hidup.

IKLAN

Dalam satu karya lagu ini, tiga generasi saling bertemu secara musikal. Almarhum Abdullah Mahsyar hadir sebagai pencipta, kedua cucunya bertindak sebagai pewaris takhta seni. Sedangkan Amtenar yang membawakan kembali komposisi tersebut kepada publik.

Kado Spesial untuk Kota Mataram

Peluncuran “Kembang Dese” bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Mataram. Amtenar mendedikasikan lagu ini sebagai persembahan istimewa bagi masyarakat dan Ibu Kota Provinsi NTB tersebut.

Kota Mataram terus berkembang menjadi pusat dinamika modern, namun tetap berdiri teguh di atas fondasi sejarah, ingatan, serta karya para pendahulunya. Kehadiran lagu ini menjadi pengingat pentingnya merawat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi kota.

Publik kini bisa mengakses lagu “Kembang Dese” hasil kolaborasi Amtenar bersama Olan Pelita Groove dan Lexa Apprigio. Para penikmat musik dapat mendengarkan karya ini di berbagai platform layanan streaming musik digital secara resmi. (*)

Artikel Terkait