Lolos Seleksi Awal, 60 Pemuda KSB Ikuti Pembekalan Daring ISO Jepang
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terus mematangkan program Peningkatan Resiliensi dan Mutu Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebanyak 60 peserta lokal yang lolos tahapan awal kini bersaing memperebutkan kuota final.
Pemerintah daerah menjalin kolaborasi bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara demi menyukseskan program ini. Inisiatif strategis tersebut bertujuan membuka jalan bagi pemuda KSB menembus pasar kerja internasional.
Saat ini para peserta aktif menempuh pembekalan materi dalam kelas daring selama satu bulan penuh. Lembaga ISO Jepang mendampingi langsung seluruh proses pembelajaran interaktif tersebut dari jarak jauh.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa Barat, Slamet Riadi, S.Pi., menjelaskan perkembangan terbaru mengenai alur seleksi para peserta. Pihaknya terus memantau tingkat kedisiplinan peserta selama mengikuti instruksi pengajar.
“Peserta saat ini tengah fokus menempuh online class bersama ISO Jepang selama satu bulan,” ujarnya, Senin, 31 Agustus 2026.
Seluruh peserta wajib menyelesaikan kelas daring sebelum melangkah ke tahap pemeriksaan kesehatan. Tim medis bakal menguji kondisi fisik puluhan peserta tersebut secara menyeluruh dan teliti.
Pemerintah daerah menetapkan kuota akhir hanya untuk 50 peserta terbaik saja. Panitia bakal mengeliminasi sisa peserta berdasarkan hasil pemeriksaan medis tersebut.
“Jumlah peserta belum tersaring 50 orang karena harus melewati tahapan MCU terlebih dahulu,” ujarnya.
Disnakertrans Kabupaten Sumbawa Barat menjadwalkan tes kesehatan tersebut pada akhir September mendatang. Panitia memutus tahapan ini sebagai syarat mutlak sebelum pemanggilan pelatihan pusat.
Peserta yang lolos tes medis bakal langsung berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti pembekalan intensif. Pelatihan di Jakarta menjadi kunci penting sebelum mereka resmi terbang menuju Jepang.
“Pelaksanaan MCU berlangsung akhir September, lalu peserta lolos akan berangkat ke Jakarta,” pungkasnya.
Sinergi lintas lembaga ini membangun fondasi kokoh lahirnya tenaga kerja daerah yang unggul. Pemerintah daerah optimistis kelanjutan program kerja ke Jepang mampu meningkatkan daya saing warga Sumbawa Barat. (*)




