Headline NewsLombok Tengah

Kerugian Kebakaran Desa Adat Sade Capai Rp34 Miliar

Lombok Tengah (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mulai menghitung dampak kebakaran yang melanda Dusun Adat  Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, pada Sabtu 22 Agustus 2026 malam.

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menjelaskan, hasil pendataan sementara menunjukkan sebanyak 75 unit rumah terdampak kebakaran. 

Selain itu, satu masjid, empat berugak tiangnya 6, kemudian enam berugak tiangnya empat, satu lumbung alang-alang, 69 art shop, satu bale beleq, satu toilet, satu gerbang adat dan satu lumbung turut terdampak.

IKLAN

“Kalau ditotal tadi, semua kita, dalam hitungannya kurang lebih Rp34 miliar,” kata Pathul usai rapat penanganan dan pemulihan Sade, Minggu, 23 Agustus 2026.

Pathul menyebut, Warga di luar kawasan utama Sade juga turut merasakan dampak kebakaran tersebut. 

Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 20 unit rumah di luar lokasi tersebut ikut terdampak. Namun, angka kerugiannya masih menjadi perhitungan awal berdasarkan kondisi di lapangan.

IKLAN

Pemkab Lombok Tengah selanjutnya akan membawa hasil pendataan tersebut untuk dibahas bersama Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah pusat.

“Betapa kerugian ini menjadikan orang-orang hilang mata pencahariannya,” ujarnya.

Salah satu perhatian pemerintah, kata Pathul, yakni warga perempuan yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas menenun. Kebakaran membuat aktivitas ekonomi mereka terhenti sehingga pemerintah akan membahas langkah lanjutan berupa edukasi, pelatihan hingga dukungan permodalan.

“Terutama untuk perempuan-perempuan yang kehilangan pekerjaan yang biasanya menenun. Rezeki yang mereka dapatkan setiap hari di tempat ini sudah berhenti karena kondisi dan keadaan ini,” katanya.

Sementara untuk kebutuhan mendesak warga, Pathul menyebut bantuan mulai berdatangan dari berbagai pihak. Bantuan tersebut berupa air bersih, makanan, konsumsi, serta kebutuhan harian lainnya.

Telah Suplai Kebutuhan

Pemkab bersama TNI dan Polri juga telah membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Selain itu, Koperasi Desa Merah Putih di Sade akan menjadi gudang penyimpanan sementara untuk berbagai bantuan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Alhamdulillah wasyukurillah, kondisi ini kami bersama koordinasi pimpinan daerah menerima berbagai macam bantuan,” ujarnya.

Pathul menegaskan, pembahasan mengenai pemulihan Sade akan dilakukan lebih lanjut setelah pemerintah memiliki gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga akan melihat dampak kebakaran terhadap pergerakan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.

“Semua harus kita antisipasi. Karena itu, Koperasi Desa Merah Putih kita tempatkan sebagai gudang, sebagai gudang tempat penyimpanan sementara yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat kita,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait