Antisipasi Lonjakan Harga Pangan, DKP KSB Matangkan Distribusi Bibit GGM Juni Mendatang
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tengah mematangkan persiapan penyaluran bantuan bibit melalui program Gerakan Gemar Menanam (GGM). Program strategis ini ditargetkan mulai didistribusikan kepada masyarakat pada Juni 2026 mendatang.
Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP KSB, Endang Yunari menyatakan, program ini tidak sekadar membagikan bibit tanaman kepada warga. Pihaknya berkomitmen untuk melakukan pengawalan berkelanjutan, agar memberikan dampak jangka panjang.
“Kita berkolaborasi mengawal GGM ini tidak hanya sampai distribusi bibit. Tetapi nanti ada jangka panjang atau lestari, mereka akan membuat demplot di situ, kemudian ada kegiatan persemaian,” ujar Endang kepada NTBSatu, Senin, 18 Mei 2026.
Sebelum bibit dan sarana pertanian dibagikan, DKP KSB terlebih dahulu menggelar tahapan sosialisasi kepada para penerima manfaat. Agenda krusial ini guna memastikan kesiapan seluruh kelompok di tingkat bawah.
Namun, keterbatasan alokasi anggaran operasional memaksa pihak dinas untuk memutar otak dalam pelaksanaan sosialisasi massal. Akibatnya, forum pertemuan dengan ratusan peserta tersebut berjalan melalui sistem kombinasi.
“Kalau kegiatan sosialisasi seperti ini melibatkan orang banyak, kita juga membutuhkan anggaran, sedangkan anggaran itu tidak tersedia sehingga kami memilih online,” jelasnya.
Skema sosialisasi nantinya memadukan metode tatap muka (offline) bagi jajaran pengurus tingkat kabupaten dan virtual (online) bagi tingkat desa. Langkah ini sebagai solusi paling rasional agar koordinasi tetap berjalan optimal tanpa membebani keuangan daerah.
Sistem virtual akan perwakilan kelompok Dasawisma, pemerintah desa, hingga tingkat kecamatan secara serentak ikuti. Dasawisma menjadi basis utama sasaran karena merupakan motor penggerak ketahanan pangan di lingkup keluarga.
Pastikan Komoditas Bantuan
Endang memastikan, penyusunan regulasi dan administrasi pendukung saat ini sudah rampung di meja birokrasi. Pihak ketiga penyedia bibit juga telah menyelesaikan persiapan teknis pemenuhan komoditas bantuan.
“Semua perangkat sudah kita siapkan, terus pihak ketiganya juga sudah mempersiapkan. Tinggal kita sosialisasi, kemudian distribusi,” imbuh Endang.
Ia menilai, langkah taktis melalui GGM ini sangat tepat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar lokal saat ini. Salah satu komoditas dapur yang kembali melonjak tinggi akhir-akhir ini adalah cabai.
Endang mengakui, adanya keresahan di masyarakat akibat pergerakan harga pangan langsung berdampak pada kondisi domestik keluarga. Oleh karena itu, program berbasis pemanfaatan lahan pekarangan seperti GGM diintensifkan secara nasional.
“Memang yang paling krusial itu adalah kenaikan harga, karena dampaknya langsung ke dapur. Untuk mengantisipasi itu, program sedang berjalan karena ini sifatnya nasional,” tambahnya. (Andini)




