Terdampak Efisiensi 50 Persen, Dinas PUPR Kota Mataram Evaluasi Ketat Anggaran Operasional
Mataram (NTBSatu) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, mengevaluasi ketat seluruh pos anggaran operasional. Ruang fiskal instansi tersebut kian menyusut drastis, akibat kebijakan pemangkasan anggaran di tengah melonjaknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Dexlite.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning mengungkapkan tantangan berat yang instansinya hadapai saat ini. Pihaknya harus memutar otak, lantaran kebijakan efisiensi anggaran internal mereka sudah menyentuh angka 50 persen.
Kondisi ini tambah parah dengan harga Dexlite yang melambung hingga Rp26.000 per liter. Sehingga, kalkulasi ulang operasional di pertengahan tahun menjadi hal yang mendesak.
“Pasti dong (terdampak), 50 persen efisiensi kita. Kalau kita berhitung efisiensi 50 persen, kemudian dampak Dexlite yang naik Rp26.000, tentu kita harus berhitung kembali. Apakah itu bisa sampai enam bulan aja sekarang ini, pertengahan tahun ini. Kami memang belum berhitung detail,” ujar Lale, Senin, 18 Mei 2026.
Kendati anggaran operasional sudah terpangkas hingga setengahnya, Lale memastikan, tidak akan ada pengurangan ritasi atau frekuensi pengangkutan sampah di wilayah Kota Mataram. Pihaknya berkomitmen, mengupayakan operasional armada tetap berjalan normal demi menjaga kebersihan kota.
“Nggak bisa kita serta merta mengurangi apa ritasi pengangkutan ini, manakala sampah kita volumenya tetap. Apa jadinya wilayah kita kalau misalnya seperti itu? Jadi kami tetap berjalan normal sekarang, kami upayakan berjalan normal,” tegasnya.
Siap Pangkas Biaya Operasional Non-Prioritas
Jika hasil hitung ulang menunjukkan sisa anggaran hasil efisiensi 50 persen tersebut tidak mampu menopang kebutuhan solar armada hingga akhir tahun, Dinas PUPR siap mengambil tindakan darurat. Opsi yang disiapkan adalah memangkas biaya operasional non-prioritas di bidang lain, lalu mengalihkan dananya demi mengamankan kebutuhan BBM truk sampah.
Saat ini, dengan keterbatasan anggaran yang ada, Dinas PUPR Kota Mataram memaksimalkan tujuh unit armada dum truk yang rutin beroperasi setiap hari Senin sampai Sabtu. Khusus hari Minggu, armada diistirahatkan namun tetap disiagakan penuh untuk mengantisipasi kondisi darurat atau bencana di lapangan.
“Kalau kita memang tergantung dari sampah kiriman. Kita berharaplah sampah kiriman ini semakin kecil volume sampah di sungai kita. Beda lagi iya kalau Dinas Lingkungan Hidup, kalau itu kan mutlak harus harus beroperasi,” tambah Lale. (*)




