Lombok Barat

Lima Penumpang KMP Putri Yasmin Belum Ditemukan, Keluarga Masih Menunggu

Lombok Barat (NTBSatu) – Tim SAR Gabungan masih mencari lima orang korban KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan hingga Kamis, 13 Agustus 2026. Kelima penumpang tersebut yakni Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Ratu Agung Ayu Sekar.

Sementara itu, petugas telah mengevakuasi 212 orang dari insiden tersebut. Sebanyak 211 orang selamat, sedangkan satu orang meninggal dunia.

Di tengah pencarian tersebut, keluarga Selvina Rambu Mayi masih menunggu kabar keberadaannya. Paman Selvina, Nufrian Dapa Loka, datang ke Lombok setelah mengetahui insiden tersebut. Ia tiba dari Bali pada Rabu malam untuk mencari informasi mengenai keberadaan keponakannya.

IKLAN

“Suaminya sudah ketemu, tapi istrinya yang belum,” kata Nufrian, Kamis, 13 Agustus 2026.

Selvina berusia 29 tahun dan berasal dari Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Ia berada dalam kapal bersama suaminya, Jhon Ly Brimarak, yang berusia 31 tahun. Jhon berhasil tim SAR temukan setelah terpisah dari istrinya saat keduanya melompat ke laut.

Terpisah Saat Melompat ke Laut

Nufrian mengatakan, Selvina dan Jhon sempat berpegangan tangan saat meninggalkan kapal. Namun, arus laut kemudian memisahkan keduanya.

“Ketika mereka lompat ke laut, mereka masih sempat berpegangan tangan,” ujar Jhon

Arus kuat kemudian membawa Jhon menjauh dari Selvina. Menurut cerita keluarga, petugas menemukan Jhon di perairan yang berbatasan dengan Australia.

Kini, Jhon berada di Lombok dan menjalani pemulihan setelah kejadian tersebut. Nufrian mengatakan Jhon masih mengalami trauma akibat insiden tersebut. Namun, pikirannya tetap tertuju kepada istrinya yang belum bisa tim SAR temukan.

“Dia baik-baik saja, walaupun masih trauma dan memikirkan istrinya,” kata Nufrian.

Lima Orang Masih Dicari

Kantor SAR Mataram memastikan pencarian lima penumpang masih berlanjut. Tim SAR Gabungan memperluas pencarian hingga wilayah barat daya dari lokasi kejadian.

Kantor SAR Mataram mengerahkan KN SAR Arjuna dan RIB 02 Mataram. Tim juga menyisir perairan menggunakan armada tersebut.

Selain itu, petugas melakukan pemapelan kepada kapal yang melintas. Pemapelan bertujuan meminta kapal lain membantu mencari korban. Kapal yang menemukan korban juga diminta segera melapor kepada posko SAR.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi mengatakan, pencarian berjalan secara paralel. “Selain penyisiran langsung, kami juga menginstruksikan pemapelan kepada kapal-kapal,” kata Hariyadi.

Tim berharap kapal yang melintas dapat memberikan bantuan awal kepada korban KMP Putri Yasmin. Petugas juga meminta kapal segera melaporkan temuan kepada posko. (*)

Artikel Terkait