Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat di 5 Kelurahan Padat Penduduk
Mataram (NTBSatu) – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram menerjunkan puluhan distributor ke permukiman warga melalui gerakan Pasar Rakyat selama enam hari sepanjang bulan ini. Langkah tersebut untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga dan menekan angka inflasi.
Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting (Bapokting), Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, kegiatan Pasar Rakyat bertujuan menjaga stabilitas harga pangan jelang hari besar keagamaan. Sekaligus, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Mataram.
Sri menambahkan, pihak Dinas Perdagangan Kota Mataram menyebar Pasar Rakyat ke titik- titik permukiman padat penduduk. Di mana selama ini belum menjangkau akses pasar secara optimal.
Gerakan Pasar Rakyat ini menyasar lima wilayah. Di antaranya: Kelurahan Pejeruk, Kelurahan Jempong Baru, Kelurahan Kebunsari, Kelurahan Cakra, dan Kelurahan Sekarbela.
“Kali ini kami menyasar wilayah padat penduduk yang belum terjangkau. Masyarakat sangat antusias. Ini menjadi bahan evaluasi kami agar barang murah betul-betul sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sri, Kamis, 13 Agustus 2026.
Kolaborasi dengan Puluhan Pelaku Usaha
Sebagai upaya nyata menekan laju inflasi sektor bahan pokok, Dinas Perdagangan berkolaborasi dengan 35 hingga 40 pelaku usaha. Mulai dari distributor utama, ritel modern, hingga pelaku UMKM.
Sri menjelaskan, skema ini memotong rantai distribusi. Sehingga masyarakat dapat membeli komoditas pangan langsung dari tangan pertama tanpa biaya perantara.
“Masyarakat bisa mendapatkan harga langsung dari distributor, bukan tangan kedua atau ketiga. Contohnya telur, harga di pasar tradisional mencapai Rp55.000 sampai Rp57.000 per trei. Sedangkan di sini masyarakat bisa mendapatkan harga Rp43.000 sampai Rp45.000,” jelasnya.
Selain telur, penurunan harga yang signifikan juga berlaku untuk komoditas minyak goreng. Sri menjelaskan, harga minyak goreng di pasar tradisional melambung hingga Rp18.000– Rp19.000 per liter. Namun, di Pasar Rakyat, warga dapat membelinya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Masyarakat bisa mendapatkan harga sesuai HET, yaitu Rp15.700 per liter. Stoknya melimpah karena peminatnya sangat besar,” ungkap Sri.
Dinas Perdagangan juga memastikan, pasokan komoditas penugasan seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencukupi kebutuhan warga. Kehadiran ritel modern yang menawarkan diskon khusus turut mendorong daya beli masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan pihak kelurahan setempat, Dinas Perdagangan Kota Mataram optimistis dapat menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga pangan. Pihaknya juga mengimbau warga agar tetap bijak dalam berbelanja. (*)




