1.343 Keluarga di Taman Ayu Terima Bantuan Pangan, Pemdes Sebut Ringankan Beban Warga
Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan kepada warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Sebanyak 1.343 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi dua bulan sekaligus.
Setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk kebutuhan Februari dan Maret 2026. Secara keseluruhan, penyaluran tersebut mencakup 2.686 sak beras dan 5.372 liter minyak goreng.
Kepala Desa Taman Ayu, Muhammad Tajudin mengatakan, bantuan pangan tersebut menjadi penyaluran pertama pada tahun ini. Pemerintah desa memperkirakan proses distribusi membutuhkan waktu hingga tiga hari agar seluruh penerima mendapatkan haknya.
“Alhamdulillah, untuk penyaluran bantuan pangan tahun ini merupakan penyaluran pertama untuk dua bulan sekaligus. Jumlah penerima sekitar 1.343 KPM dan proses distribusinya kemungkinan membutuhkan waktu hingga tiga hari agar seluruh warga Desa Taman Ayu dapat menerima bantuan dengan baik,” ujarnya, Minggu, 7 Juni 2026.
Tajudin menilai bantuan tersebut sangat membantu masyarakat karena menyasar kebutuhan pokok yang paling banyak keluarga butuhkan.
“Saya yakin bantuan ini sangat membantu karena yang diberikan adalah kebutuhan pokok. Ketika kebutuhan dasar seperti beras dan minyak terpenuhi, maka persoalan-persoalan lain dalam rumah tangga juga akan lebih mudah dihadapi,” bebernya.
Pastikan Gunakan Data yang Telah Terverifikasi
Menurutnya, program bantuan pangan hadir pada saat yang tepat. Ia menilai bantuan tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan kenaikan berbagai kebutuhan hidup.
“Ketika ada tekanan fiskal dan berbagai dinamika ekonomi, program seperti ini hadir pada waktu yang tepat. Ini menjadi upaya nyata pemerintah untuk membantu masyarakat agar tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.
Selain itu, Tajudin memastikan pemerintah menggunakan data yang telah terverifikasi dalam menentukan penerima bantuan. Karena itu, ia optimistis bantuan tersalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Pendataannya menggunakan DTKS, sehingga penerimanya lebih tepat sasaran. Untuk persoalan data, kami tidak terlalu khawatir, karena yang tercatat memang warga yang membutuhkan bantuan,” tegasnya.
Meski demikian, ia berharap pemerintah juga memberi perhatian terhadap kebutuhan pokok lainnya. Terutama gas elpiji yang menjadi kebutuhan penting masyarakat sehari-hari.
“Kebutuhan di luar bantuan ini, terutama gas dan kebutuhan pokok lainnya, juga penting menjadi perhatian ke depan agar masyarakat semakin terbantu,” katanya.
Tajudin menjelaskan, pemerintah sebenarnya menjadwalkan bantuan tersebut untuk Februari dan Maret. Namun, sejumlah kendala teknis membuat proses distribusi baru terlaksana pada Juni 2026.
“Ini adalah bantuan untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret. Memang penyalurannya sedikit terlambat karena ada kendala teknis, termasuk ketersediaan kemasan beras. Namun yang terpenting seluruh bantuan harus tersalurkan pada bulan Juni ini kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” jelasnya.
Ia berharap program bantuan pangan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli dan ketahanan keluarga berpenghasilan rendah.
“Saya yakin bantuan seperti ini masih akan terus berlanjut. Kehadiran program pangan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga ketahanan keluarga,” tutupnya. (*)




