PemerintahanSumbawa Barat

Waspada Kemarau Panjang, Petani KSB Diminta Tak Tanam Padi

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengimbau para petani untuk tidak menanam padi pada Musim Tanam (MT) ketiga. Langkah ini penting untuk mengantisipasi ancaman gagal panen akibat kemarau panjang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Jamilatun, S.Pt., M.M.Inov., melalui Kepala Bidang Produksi Pertanian, Syamsul Rizal menyampaikan, kebijakan alih tanam ini merupakan hasil keputusan rapat bersama Komisi Irigasi (Komir) KSB yang dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda KSB.

“Komisi Irigasi menyepakati alih pola tanam demi menyelamatkan produksi pertanian warga,” ujar Syamsul Rizal kepada NTBSatu, Kamis, 13 Agustus 2026.

IKLAN

Pihak dinas mendorong para petani agar segera beralih menuju komoditas alternatif. Tanaman palawija seperti jagung, kedelai, dan kacang hijau menjadi pilihan yang sangat ideal.

“Tanaman palawija hanya membutuhkan sedikit pasokan air hingga masa panen tiba,” tambahnya.

Petugas lapangan terus mengintensifkan sosialisasi kebijakan baru ini kepada masyarakat. Meski demikian, beberapa kelompok petani tetap menunjukkan sikap yang cukup keras.

“Sebagian petani di dekat lokasi bendungan masih nekat menanam padi,” ungkap Rizal.

Masyarakat yang tinggal dekat sumber air merasa pasokan irigasi mereka masih mencukupi. Padahal debit air bendungan berpotensi merosot tajam saat puncak kemarau mendatang.

Selain masalah ancaman kemarau, pihak dinas juga menyoroti kualitas kesuburan tanah. Tim teknis menemukan masalah keasaman tanah yang cukup tinggi di Kecamatan Brang Ene.

“Kondisi tanah asam mengancam tingkat produktivitas tanaman padi milik warga,” tutur Rizal.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terus mendampingi warga untuk mengolah lahan secara benar. Petani harus memperhitungkan faktor cuaca demi menjaga stabilitas pendapatan keluarga. (*)

Artikel Terkait