42 Pejabat KSB Akan Jalani Retret Kepemimpinan
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat menyelenggarakan Retret Kepemimpinan Pejabat selama tiga hari dua malam pada pertengahan September 2026. Langkah strategis ini menguji komitmen 42 pejabat daerah dalam meningkatkan mutu pelayanan publik.
Kepala BKPSDM Kabupaten Sumbawa Barat, Agusman, S.Pt., menegaskan pentingnya perubahan pola kerja para pimpinan instansi. Pihaknya mengusung tema Pemimpin Tangguh Birokrasi Berdampak Masyarakat Sejahtera.
Agusman menyebut, para pejabat wajib mengubah kebiasaan kerja rutinitas menjadi fokus pada hasil nyata. Seluruh pimpinan harus berani keluar dari zona nyaman demi menyelesaikan masalah warga.
“Kami ingin mendorong seluruh pimpinan OPD agar bekerja berbasis dampak nyata, masyarakat harus merasakan manfaat langsung dari setiap program pemerintah,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 13 Agustus 2026.
Sebanyak 42 pejabat eselon dua dan eselon tiga wajib mengikuti pembekalan intensif tersebut. Jajaran peserta mencakup staf ahli asisten kepala dinas kepala badan camat hingga kepala rumah sakit.
BKPSDM KSB menggandeng personel Kodim 1626 Sumbawa Barat untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Sinergi ini bertujuan membentuk kedisiplinan serta ketangguhan mental para peserta retret.
“Kami melibatkan anggota TNI untuk memperkuat jiwa kepemimpinan para pejabat, kerja sama ini menciptakan sinergi yang sangat kokoh antarinstansi,” tambahnya.
Peserta akan menerima materi indoor outdoor serta outbound dari narasumber lintas sektoral. Pemateri berasal dari Forkopimda BPKP hingga Kanwil DJPb Provinsi NTB.
Agusman menuntut setiap kepala perangkat daerah membawa inovasi baru setelah menyelesaikan kegiatan ini. Perubahan tersebut harus memberikan solusi cepat atas berbagai masalah seluruh warga.
“Setiap pejabat wajib menciptakan minimal satu perubahan nyata dalam instansi masing-masing, inovasi tidak perlu besar tetapi harus terukur dan bermanfaat,” jelasnya.
BKPSDM KSB memastikan kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin atau forum motivasi biasa semata. Pemkab Sumbawa Barat menjadikannya sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan mutu pelayanan.
“Ukuran keberhasilan retret ini terlihat dari perubahan perilaku kerja pejabat,” pungkasnya. (*)




