Penjemuran Tembakau Menutup Akses Jalan Utama di Kawasan Mandalika
Mataram (NTBSatu) – Jalur jalan beraspal di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, NTB, beralih fungsi menjadi area penjemuran tembakau (mako) oleh warga lokal.
Kondisi ini menutup seluruh lebar badan jalan sehingga pengendara tidak dapat melintasi jalur utama tersebut secara normal.
“Jalan dalam Kawasan Mandalika penuh tembakau. Petani menjemur tembakau tanpa menyisakan badan jalan untuk dilewati. Walhasil, pengguna jalan harus lewat jalan tanah,” ujar warganet, mengutip akun Facebook Marrdyy pada Jumat, 25 September 2026.
Gambaran Situasi Lapangan
Berdasarkan rekaman video berdurasi 48 detik tersebut, hamparan tembakau rajangan berwarna cokelat keemasan membentang menutupi seluruh permukaan aspal. Penjemuran dilakukan secara merata di sepanjang jalur dua arah, memanjang hingga ratusan meter tanpa menyisakan celah untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kondisi ini memaksa para pengguna jalan mengalihkan kendaraan ke luar bahu jalan. Dalam rekaman, seorang pengendara sepeda motor harus melintasi jalur tanah yang bergelombang dan berdebu di pinggir jalan utama.
Kecepatan kendaraan melambat secara drastis berkisar antara 18 hingga 26 km/jam akibat permukaan tanah yang tidak rata. Di sepanjang bahu jalan tanah tersebut, tumbuh tanaman liar dan semak belukar yang menyempitkan ruang gerak pengendara.
Tiang-tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) yang berdiri tegak di trotoar tengah menjadi penanda bahwa jalur tersebut sebenarnya merupakan infrastruktur jalan modern kawasan penunjang pariwisata.
Namun berdasarkan pantauan terbaru NTBSatu, pengendara sudah bisa melewati jalur tersebut. Saat ini, hanya beberapa titik lokasi yang masih terdapat tumpukan tembakau.
Imbauan Warga dan Akses Fasilitas
Penggunaan badan jalan publik sebagai tempat menjemur hasil pertanian kerap terjadi saat musim panen tembakau tiba di Lombok. Kendati demikian, penutupan total akses jalan utama ini cukup mengganggu kelancaran lalu lintas.
Selain itu, aksi ini juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan yang terpaksa melintasi jalur tak beraspal.
“Silahkan jemur tembakau, tapi baiknya sisakan setidaknya sebelah untuk kami pakai lewat,” lanjut warganet tersebut.
Pengunggah video menekankan agar warga tetap memperhitungkan hak pengguna jalan lain dengan memberikan sedikit ruang melintas.
Hingga berita ini terbit, NTBSatu telah mencoba menghubungi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Tengah untuk meminta tanggapan terkait pengawasan dan penataan pemanfaatan fungsi jalan di kawasan tersebut, namun belum mendapatkan tanggapan. (*)




