DLH Kota Bima Himpun 171,93 Kilogram Sampah dari Program Rabu Amal Sampah
Kota Bima (NTBSatu) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima mencatat capaian positif melalui aksi Gerakan Rabu Amal Sampah (RAMAH). Selama periode Januari hingga Juli 2026, aksi sosial ini berhasil mengumpulkan sebanyak 171,93 kilogram sampah botol plastik dari lingkungan kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).
Seluruh sampah plastik yang terhimpun disetorkan secara berkala ke Bank Sampah Induk Karaso Rasa. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengikis timbulan sampah plastik sekaligus membudayakan aksi pemilahan sampah langsung dari sumbernya.
Kepala DLH Kota Bima, Syahrial Nuryadin mengungkapkan, gerakan rutin saban hari Rabu tersebut telah menggerakkan total 820 pegawai. Rata-rata partisipasi mingguan mencapai 35 ASN.
Dalam setiap aksi mingguan, para pegawai rata-rata berhasil mengumpulkan sekitar tujuh kilogram botol plastik.
“Bulan Juli menjadi capaian tertinggi sejak Gerakan Rabu Amal Sampah kami laksanakan. Ini menjadi indikator bahwa kesadaran pegawai untuk memilah dan mengumpulkan sampah plastik terus meningkat,” kata Syahrial, Kamis, 13 Agustus 2026.
Peningkatan Partisipasi
Partisipasi ASN menunjukkan tren yang terus menanjak. Pada Januari, sebanyak 102 pegawai menyumbang 18,50 kg botol plastik. Angka ini naik menjadi 22,08 kg dari 112 pegawai pada Februari.
Meski sempat turun pada Maret dengan 12 kg dari 51 pegawai, perolehan kembali merangkak naik pada April sebesar 18,75 kg (97 pegawai), Mei sebesar 26 kg (124 pegawai), dan Juni sebesar 17,75 kg (125 pegawai).
Puncaknya terjadi pada Juli, saat 209 pegawai sukses menyetor 56,85 kg sampah plastik.
Syahrial menekankan, keberhasilan gerakan ini bertumpu pada sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Syahrial mengatakan, berbagai instansi seperti Bappeda, Inspektorat, BPKAD, BKPSDM, Sekretariat DPRD, Disperimkim, Kantor Camat Rasanae Barat, DPMPTSP, DP3A, hingga BRIDA Kota Bima aktif terlibat.
“Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab DLH. Butuh kolaborasi seluruh perangkat daerah agar kebiasaan memilah sampah dapat tumbuh menjadi budaya,” tegas Syahrial.
Ia mengapresiasi konsistensi jajaran ASN yang mampu mengubah kebiasaan kecil menjadi gerakan berdampak besar. Ke depan, DLH Kota Bima berencana memperluas jangkauan aksi ini ke lingkungan sekolah, kampus, dunia usaha, hingga masyarakat umum.
“Kami berharap gerakan ini dapat menjadi kebiasaan bersama. Memilah sampah dari rumah, membawa botol plastik ke kantor, lalu menyetorkannya ke bank sampah merupakan langkah sederhana yang memberi manfaat besar bagi lingkungan dan masa depan Kota Bima,” tandasnya. (*)




