Sumbawa

Kisah Breky, Joki Cilik Asal Bima yang Juara di Berbagai Daerah

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Breky sudah mengenal lintasan pacuan kuda sejak duduk di kelas 1 sekolah dasar. Kini, saat menginjak kelas 6 SD, anak asal Bima itu masih aktif menjalani peran sebagai joki dalam berbagai ajang pacuan kuda.

Ibunya, Asia, mengatakan Breky mulai menjadi joki ketika berusia sekitar 5 tahun. Sejak saat itu, Breky terus mengikuti perlombaan dan mengasah kemampuannya di atas lintasan pacuan kuda.

“Dia sudah bermain sejak umur 5 tahun, kelas 1 SD. Sekarang sudah kelas 6 SD masih jadi joki,” kata Asia.

IKLAN

Menurut Asia, aktivitas Breky sebagai joki tidak hanya berlangsung dalam satu atau dua pertandingan. Dalam satu hari perlombaan, Breky bahkan dapat menaiki belasan kuda untuk mengikuti sejumlah kelas pacuan.

“Biasanya sehari itu 15-20 kuda dinaiki dia jadi joki,” ujarnya.

Pengalaman tersebut membuat Breky mengikuti perlombaan di sejumlah daerah. Asia menyebut anaknya pernah membawa pengalaman pacuan hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Paling jauh dia pernah ke NTT. Dia menang enam kali di sana dan sering juara juga di Sumbawa, Bima maupun Mataram,” kata Asia.

Selain NTT, Breky juga mengikuti sejumlah perlombaan di Sumbawa, Bima, dan Mataram. Berbagai pengalaman tersebut membuatnya semakin sering tampil dalam ajang pacuan kuda.

Asia mengatakan capaian Breky dalam sejumlah perlombaan menjadi pengalaman tersendiri bagi keluarga. Kemenangan di berbagai daerah juga mendorong Breky untuk terus mengikuti perlombaan.

Meski masih duduk di bangku sekolah dasar, Breky kini sudah memiliki pengalaman panjang sebagai joki. Sejak usia 5 tahun hingga kelas 6 SD, ia terus mengikuti dunia pacuan kuda dan membawa namanya berkompetisi di berbagai daerah. (*)

Artikel Terkait