Bima (NTBSatu) – Tim Opsnal Polsek Sape menangkap pekau dugaan pengeroyokan yang menyebabkan seorang pelajar berinisial PE mengalami luka cukup serius pada bagian kepala dan wajah di Dusun Dea, Desa Naru Barat, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.
Gerak cepat kepolisian membuahkan hasil. Dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam setelah kejadian, personel Polsek Sape berhasil mengamankan terduga pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Ketiga pelaku yakni berinisial IS dan J dan MS.
Kapolsek Sape, AKP Sirajuddin membenarkan adanya pengamanan terhadap terduga pelaku. Penangkapan tersebut setelah kepolisian menerima informasi mengenai peristiwa kekerasan yang mengakibatkan seorang pelajar mengalami luka pada bagian kepala dan wajah.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Sape langsung memerintahkan Tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas dan keberadaan para terduga pelaku.
“Begitu kami menerima informasi kejadian, anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan. Kami tidak ingin kasus seperti ini berkembang dan menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat,” ujar AKP Sirajuddin.
Tim Opsnal yang dipimpin Ka Tim Opsnal Polsek Sape, Brigpol Mario Yadsha Putra, kemudian melakukan penelusuran terhadap informasi yang diperoleh di lapangan. Dari hasil penyelidikan tersebut, polisi akhirnya berhasil mengetahui keberadaan terduga pelaku.
Serahkan Pelaku ke Polres Bima Kota
Kapolsek menegaskan, pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen jajarannya dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sekaligus memastikan setiap laporan maupun informasi terkait gangguan keamanan mendapat respons cepat.
“Yang paling penting adalah memastikan situasi tetap aman dan memberikan kepastian bahwa setiap persoalan yang mengarah pada tindak kekerasan akan ditangani sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.
Saat ini, Polsek Sape menyerahkan ketiga terduga pelaku kepada unit PPA Polres Bima Kota untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Sudah kami serahkan ke PPA sembari masih mendalami kronologi kejadian. Termasuk motif dan peran masing-masing pihak dalam dugaan pengeroyokan tersebut,” ucapnya menegaskan.
Polisi juga akan melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi maupun bukti-bukti lain yang berkaitan dengan perkara tersebut untuk memastikan proses hukum berjalan secara objektif dan sesuai prosedur.
AKP Sirajuddin mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan pelajar, agar tidak mudah terprovokasi atau terlibat dalam aksi kekerasan maupun perkelahian.
Menurutnya, setiap tindakan kekerasan tidak hanya berpotensi menimbulkan korban luka, tetapi juga dapat berujung pada persoalan hukum yang merugikan semua pihak.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan menyelesaikan persoalan dengan kekerasan,” ucapnya menegaskan.
Polsek Sape memastikan akan terus meningkatkan kegiatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun tindak pidana di lingkungan masing-masing. (*)




