Lombok TimurPendidikan

Kerap Kebanjiran saat Hujan, Siswa SDN 2 Seruni Bumbul Terpaksa Cari Jalan Lain ke Sekolah

Lombok Timur (NTBSatu) – Siswa SDN 2 Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, menghadapi akses jalan yang sulit setiap kali hujan turun. Jalan tanah menuju sekolah berubah menjadi becek dan tergenang sehingga siswa terpaksa mencari jalur lain untuk bisa mengikuti pembelajaran.

Guru SDN 2 Seruni Mumbul, Supratman Hadi mengatakan, kondisi jalan semakin sulit saat hujan deras. Air menggenangi badan jalan dan membuat sejumlah bagian berubah menjadi lumpur.

“Kalau hujan pasti banjir. Kadang-kadang anak-anak kurang masuk karena kondisi jalan seperti ini,”kata Supratman, belum lama ini.

IKLAN

Menurutnya, jalan tersebut juga memiliki banyak lubang. Genangan air membuat lubang sulit terlihat sehingga membahayakan siswa yang melintas menggunakan sepeda maupun kendaraan lainnya.

“Di sana berlubang, jadi anak-anak tidak tahu mana lubangnya. Takutnya kalau naik sepeda mereka jatuh,” ujarnya.

Kondisi tersebut, membuat siswa harus memilih antara melewati genangan atau mengambil jalur memutar. Mereka yang memilih menghindari banjir harus melewati kawasan hutan sebelum kembali menuju sekolah.

“Kalau mau masuk, mereka harus melewati hutan ini. Kalau jalan yang ini banjir, mereka terpaksa memutar,” katanya.

Jalur alternatif tersebut membuat perjalanan siswa menuju sekolah semakin jauh. Padahal, sebagian siswa berasal dari wilayah sekitar yang mengandalkan SDN 2 Seruni Mumbul sebagai sekolah terdekat.

Supratman mengatakan, kondisi jalan juga menyulitkan kendaraan. Bahkan kendaraan roda empat tidak luput dari genangan dan lubang yang terdapat di sepanjang jalan.

“Mobil saja kena. Anak-anak yang naik sepeda bisa jatuh karena tidak tahu mana lubangnya,” ujarnya.

Kondisi jalan semakin mengkhawatirkan karena lokasi sekolah berada di kawasan yang lebih rendah. Air dari wilayah yang lebih tinggi mengalir menuju badan jalan sehingga genangan mudah terbentuk ketika hujan turun.

Pengaruhi Mobilitas Siswa

Kepala SDN 2 Seruni Mumbul, Haeruddin mengatakan, akses menuju sekolah memang menjadi salah satu persoalan yang dihadapi siswa.

Jarak sekolah dari jalan raya juga cukup jauh sehingga kondisi jalan sangat memengaruhi mobilitas siswa dan guru.

Sekolah berada sekitar 3 kilometer dari kawasan jalan raya utama. Letaknya yang masuk ke wilayah perkampungan, membuat akses menuju sekolah tidak selalu mudah, terutama ketika hujan.

Haeruddin berharap, pemerintah turut memperhatikan kondisi akses jalan menuju sekolah. Menurutnya, pembenahan sarana pendidikan tidak cukup hanya memperbaiki bangunan sekolah jika siswa masih menghadapi kesulitan untuk mencapai lokasi.

“Walaupun sekolah kami jauh di pedalaman, sekolah ini sudah banyak berkontribusi. Kami berharap pemerintah juga memperhatikan sekolah kami,” kata Haeruddin.

Pihak sekolah berharap perbaikan akses dapat dilakukan agar siswa tidak lagi menghadapi genangan dan lumpur saat berangkat sekolah. Mereka juga berharap jalur menuju sekolah tetap bisa dilalui dengan aman sepanjang musim hujan.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyatakan akan memperbaiki jalan menuju sekolah. “Nanti kita perbaiki,” ujarnya. (*)

Artikel Terkait