Lombok Barat

Cerita Penumpang Selamat KMP Putri Yasmin, Terombang-ambing 7 Jam di Laut

Lombok Barat (NTBSatu) – Penumpang selamat KMP Putri Yasmin mengungkap detik-detik mencekam saat kapal terbakar. Salah seorang penumpang, Rio asal Dompu, mengaku terpaksa melompat ke laut.

Ia mengatakan, api dan asap memenuhi kapal sebelum penumpang meninggalkan kapal. “Sebelum kita loncat, di dalam kapal sudah kepanasan. Mau bertahan, pasti mati,” kata Rio, Rabu, 12 Agustus 2026.

Rio mengaku, penumpang sempat berteriak meminta bantuan pemadaman. Namun, ia menyebut kapal tidak memiliki alat pemadam yang memadai.

IKLAN

Kondisi tersebut membuat penumpang memilih menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Rio memperkirakan penumpang bertahan di laut selama enam hingga tujuh jam. Ia menyebut, kondisi tersebut membuat penumpang semakin kelelahan.

“Lama banget, jadi kira-kira tujuh sampai delapan jam,” ujarnya.

Selama berada di laut, Rio melihat banyak penumpang menggunakan pelampung. Namun, ia juga melihat sejumlah penumpang tidak menggunakan alat keselamatan tersebut. Rio menyebut, anak-anak dan perempuan ikut berada dalam rombongan penumpang yang terjun ke laut.

Menurutnya, penumpang kemudian mendapat pertolongan dari sejumlah kapal yang mendekati lokasi. Salah satu kapal yang membantu disebut bukan kapal penyeberangan rute Padangbai-Lembar.

Rio mengaku, penumpang sempat meminta pertolongan kepada kapal tersebut. Ia juga menyebut kapal asing ikut memberikan bantuan kepada para penumpang.

Api Muncul Usai Suara Ledakan

Rio mengatakan, penumpang awalnya tidak mengetahui penyebab kejadian tersebut. Ia kemudian mendengar suara ledakan sebelum melihat api dan asap membubung dari kapal.

“Enggak ada suara kapal. Suara ledak, api nyala, asap nyala,” katanya.

Situasi semakin mencekam ketika panas mulai terasa di dalam kapal. Rio menilai penumpang tidak memiliki banyak pilihan untuk menyelamatkan diri. Ia akhirnya memilih meninggalkan kapal bersama penumpang lainnya.

Setelah terjun ke laut, Rio mengaku penumpang harus menunggu bantuan dalam waktu cukup lama. Ia bahkan khawatir kondisi tersebut berlangsung lebih lama tanpa pertolongan.

“Kalau sampai tiga hari atau lima hari tidak ada penyelamatan, bagaimana?” ujarnya.

Rio juga mengkritik kesiapan sistem keselamatan kapal. Menurutnya, petugas harus segera menghubungi tim penyelamat ketika muncul asap atau indikasi kebakaran. Ia meminta pemerintah memperkuat sistem respons darurat untuk kecelakaan kapal.

“Minimal pihak kapal harus cepat menelepon ketika asap keluar,” tegasnya.

Evakuasi Masih Berlangsung

Sementara itu, General Manager ASDP Lembar, Handoyo Priyanto mengatakan, keselamatan penumpang menjadi prioritas. Ia membenarkan insiden kebakaran KMP Putri Yasmin pada Rabu pagi. Kapal tersebut melayani lintasan Padangbai-Lembar.

Handoyo menyebut, ASDP langsung berkoordinasi dengan KSOP, Basarnas, kepolisian, dan stakeholder terkait. ASDP juga mengaktifkan posko tanggap darurat di Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar.

“Fokus ASDP saat ini mendukung evakuasi, penerimaan, dan penanganan penumpang terdampak,” kata Handoyo.

Proses evakuasi melibatkan kapal Polairud, kapal TNI Angkatan Laut, Basarnas, dan kapal asing. Handoyo menyebut, sejumlah kapal telah membawa penumpang dari lokasi kejadian.

Dua kapal yang disebut bergerak dalam proses tersebut ialah KMP Portlink 2 dan KMP Salindo. Namun, proses evakuasi belum sepenuhnya selesai saat keterangan diberikan. ASDP masih menunggu satu kapal tambahan untuk membawa penumpang menuju Pelabuhan Lembar.

Handoyo juga mengatakan petugas menyiapkan posko kesehatan di area pelabuhan. Penumpang yang membutuhkan perawatan akan mendapat penanganan bersama Dinas Kesehatan.

Satu Penumpang Meninggal

Dalam keterangan sementara, Handoyo menyebut terdapat satu penumpang meninggal dunia.  Handoyo menyebut jumlah sementara berada di kisaran 130 orang.

Namun, pihaknya masih melakukan verifikasi terhadap data tersebut. Sementara itu, titik pasti kebakaran juga belum disampaikan kepada ASDP.

Menurut Handoyo, pihak operator KMP Putri Yasmin belum memberikan informasi mengenai titik kejadian. Proses evakuasi dan penanganan penumpang masih berlangsung hingga siang hari. (*)

Artikel Terkait