Lombok Tengah

Mobil SPPG Terlibat Kecelakaan di Batukliang Utara, Dua Pelajar Jadi Korban

Lombok Tengah (NTBSatu) – Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor, mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan dua pejalan kaki terjadi di Jalan Pariwisata Benang Stokel, Dusun Ranjok, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Selasa, 11 Agustus 2026 sekitar pukul 12.45 Wita.

Kecelakaan itu melibatkan dua pelajar berusia 15 tahun, yakni Wulan Paridiana dan Natasya Aulia. Keduanya menjadi korban setelah sepeda motor Honda Beat menabrak mereka saat melintas di lokasi.

Kapolsek Batukliang Utara Iptu M Jupri mengatakan, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi kecelakaan. Petugas kemudian memastikan kondisi korban dan melakukan penanganan awal.

IKLAN

“Kami langsung turun setelah kejadian. Sekarang kami juga terus melakukan pemantauan, terutama pada jam-jam rawan,” kata Jupri kepada NTBSatu, Rabu 13 Agustus 2026.

Berdasarkan keterangan kepolisian, motor yang dikendarai Muhammad Saputra, 14 tahun, melaju dari arah utara. Saat melintasi jalan yang menanjak dan cukup curam, pengendara tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya.

Motor kemudian mengambil jalur sebelah kiri hingga menabrak dua pelajar yang sedang berjalan kaki. Benturan membuat kedua korban terpental dan mengenai mobil SPPG yang dikendarai Jairil, 42 tahun.

Korban Alami Patah Kaki

Wulan mengalami patah pada kaki kanan dan kiri. Sementara Natasya mengalami benturan pada bagian kepala. Keduanya kemudian mendapat perawatan di Puskesmas Teratak.

Jupri mengatakan, pihaknya juga telah mendatangi rumah korban di Dusun Ranjok, Desa Aik Berik, untuk memastikan kondisi mereka sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga.

Ia menjelaskan, keluarga korban dan pihak pengendara saat ini sama-sama membuka ruang untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.

“Kami barusan silaturahmi ke pihak korban di rumahnya. Mereka sama-sama ingin damai,” ujarnya.

Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pemantauan di jalur tersebut. Terlebih, lokasi kecelakaan berada di kawasan yang ramai saat jam pulang sekolah.

Jupri mengimbau para pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melintasi tanjakan dan jalur yang ramai oleh pelajar.

“Kami terus melakukan pemantauan di jam-jam rawan. Pengendara juga harus lebih berhati-hati, apalagi saat jam pulang anak sekolah,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait