Petani Hidroponik Mataram Pasok Selada Segar Berkualitas
Mataram (NTBSatu) – Pemanfaatan lahan perkotaan mampu menghasilkan selada segar berkualitas dan memiliki pasar tersendiri. Salah satunya dilakukan Hidroponik Al-Karomah yang mengembangkan pertanian modern di tengah Kota Mataram.
Pendiri Hidroponik Al-Karomah, Nuruzzaman Karomi, merintis usaha tersebut setelah menyelesaikan kuliah pada 2019. Ia memilih metode urban farming berbasis air yang tidak membutuhkan pengolahan tanah.
Berbekal modal awal Rp40 juta, Nuruzzaman mengoptimalkan lahan seluas dua are. Ia memasang ribuan lubang tanam untuk membudidayakan selada secara berkelanjutan.
Sistem hidroponik tersebut mengandalkan pompa akuarium yang bekerja selama 24 jam. Pompa mengalirkan air dan nutrisi menuju tanaman secara terus-menerus sehingga kebutuhan tanaman tetap terjaga.
“Kami mengandalkan pompa selama 24 jam. Kami memanfaatkan lahan sebaik mungkin,” ujarnya, Senin, 10 Agustus 2026.
Tantangan Musim Hujan
Nuruzzaman mengatakan, perubahan cuaca menjadi salah satu tantangan utama dalam menjalankan usaha hidroponik perkotaan. Kondisi mendung dan hujan dapat memengaruhi pertumbuhan selada karena tanaman menerima lebih sedikit sinar matahari.
“Kesulitan terbesar saat ini adalah cuaca mendung serta musim hujan,” lanjutnya.
Meski menghadapi kendala cuaca, Hidroponik Al-Karomah tetap berupaya menjaga kualitas hasil panen. Konsumen pun memberikan respons positif terhadap selada yang mereka hasilkan.
“Konsumen menyukai produk Al-Karomah sebab teksturnya lebih renyah serta segar daripada sayur konvensional,” tambahnya.
Hasil panen selada secara rutin memenuhi permintaan pasar lokal di sejumlah wilayah Kota Mataram. Tingginya minat konsumen menunjukkan peluang usaha pertanian hidroponik masih terbuka, terutama untuk memenuhi kebutuhan sayuran segar di wilayah perkotaan.
Jadi Sarana Edukasi Mahasiswa
Hidroponik Al-Karomah tidak hanya berfokus pada kegiatan bisnis. Lokasi tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa yang ingin mempelajari praktik pertanian hidroponik secara langsung.
Sejumlah mahasiswa memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat magang dan penelitian. Mereka mempelajari berbagai aspek, mulai dari formulasi pupuk, penanganan penyakit tanaman, hingga strategi pemasaran hasil pertanian.
Nuruzzaman berencana menambah kapasitas produksi dengan memperluas jumlah lubang tanam. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan volume panen sekaligus memenuhi permintaan konsumen.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, ia juga menargetkan perluasan distribusi hingga ke luar Kota Mataram. Upaya tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan Hidroponik Al-Karomah agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. (Japriani)




