NTBOlahraga

Sosok 3 Tokoh yang Disebut-sebut Calon Ketua KONI NTB

Mataram (NTBSatu) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB bersiap menggelar pemilihan ketua umum baru. Tiga nama figur publik mencuat sebagai calon kuat pimpinan organisasi tersebut. Pertama, Mori Hanafi. Kedua, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Ketiga, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.

​Ketiganya mengantongi rekam jejak, dukungan, serta modal politik yang dapat menentukan arah pembinaan atlet daerah. Terutama menjelang agenda besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.

Rekam Jejak dan Pencapaian Tiga Sosok

Mori Hanafi saat ini menjabat sebagai Ketua Umum KONI NTB sekaligus Anggota DPR RI. Sebagai petahana, ia mengantongi pengalaman panjang dalam tata kelola organisasi olahraga. Ia juga berpengalaman dalam manajemen bonus atlet, hingga kepemimpinan berbagai ajang olahraga skala regional dan nasional.

IKLAN

Mori kembali menyatakan kesiapannya maju dalam bursa pemilihan. Ia merasa bertanggung jawab secara moral untuk mengawal persiapan NTB sebagai tuan rumah PON 2028.

​Di sisi lain, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal muncul setelah mendapat dorongan langsung dari Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. KONI Pusat menilai kepemimpinan seorang gubernur akan mengefisiensikan pengambilan keputusan dan kebijakan.

Model ini mencontoh skema kepemimpinan di NTT saat mantan Wakil Gubernur Josef Nae Soi sekaligus menjabat Ketua KONI NTT. Iqbal terbukti berkomitmen mengawal agenda besar daerah, termasuk menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB dan mengalokasikan dukungan anggaran pemerintah daerah.

​Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri membawa kombinasi rekam jejak sukses menggerakkan olahraga daerah serta posisi politik yang sangat strategis. Sebagai Ketua DPD Partai Gerindra NTB, ia memiliki political leverage dan akses lobi langsung ke tingkat kementerian maupun lembaga nasional.

​Posisi ini merupaka nilai tambah besar bagi KONI NTB jika Pathul sebagai pemimpin. Akses politik ke pusat mempermudah percepatan penganggaran APBN untuk sarana venue, dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Kementerian PUPR, hingga sponsor BUMN demi pendanaan PON 2028.

Di tingkat daerah, jaringan politiknya memuluskan sinergi anggaran antara Pemprov dan DPRD. Dari sisi olahraga, Pathul mengantongi rekam jejak kepemimpinan di Pengprov PJSI (Judo) NTB, Asprov PSSI NTB, hingga sukses menggelar ajang olahraga rutin skala nasional seperti Kejurnas Karate Bupati Cup di Lombok Tengah.

Tantangan Utama Menuju PON 2028

Di sisi lain, tantangan utama Ketua KONI NTB terpilih kelak terletak pada kesiapan NTB sebagai tuan rumah PON 2028 bersama Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyelenggaraan ajang multi-event nasional tersebut membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu membina prestasi atlet, tetapi juga sigap menyiapkan infrastruktur, tata kelola anggaran, dan sinergi lintas sektor.

​Ketua KONI NTB mendatang harus mampu mengintegrasikan rekam jejak event Mori Hanafi, dukungan regulasi serta hubungan pusat-daerah milik Lalu Iqbal, dan eksekusi ajang olahraga daerah ala Pathul Bahri demi membawa NTB sukses berprestasi sekaligus sukses sebagai penyelenggara PON 2028. (*)

Artikel Terkait