PemerintahanSumbawa

Pemkab Sumbawa Mulai Gelar Festival Budaya di Setiap Kecamatan, Moyo Hilir Jadi Pembuka

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mulai menjalankan program festival budaya di setiap kecamatan pada 2026. Kecamatan Moyo Hilir mengawali program tersebut melalui Festival Budaya Paroso yang berlangsung di Panggung Seni Budaya Desa Moyo, Rabu malam, 5 Agustus 2026.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, membuka festival tersebut. Sejumlah kepala OPD, Camat Moyo Hilir, Forkopimcam, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, insan pendidikan, dan ratusan warga ikut memeriahkan kegiatan itu.

Mohamad Ansori mengatakan, Pemkab Sumbawa mulai mengalokasikan anggaran festival budaya untuk seluruh kecamatan. Pemerintah ingin memperkuat pelestarian budaya sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat dari desa.

IKLAN

“Mulai tahun 2026 ini, setiap kecamatan melaksanakan festival budaya setiap tahun. Dengan begitu, kegiatan budaya hadir di seluruh kecamatan sehingga masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” katanya.

Ansori menilai, festival budaya mampu menggerakkan banyak sektor. Menurutnya, kegiatan itu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat kehidupan sosial, dan mempercepat pemerataan pembangunan.

“Pembangunan harus menjangkau desa-desa. Ketika setiap kecamatan menggelar festival budaya, masyarakat ikut menggerakkan ekonomi, memperkuat kehidupan sosial, dan menjaga budayanya,” ujarnya.

Budaya Jadi Identitas Sumbawa

Ansori mengajak masyarakat menjaga warisan budaya yang lahir dari para leluhur. Ia menilai budaya membentuk identitas daerah sekaligus menjadi modal penting untuk membangun Sumbawa.

“Saya yakin Kecamatan Moyo Hilir memiliki banyak peninggalan sejarah. Karena itu, kita harus terus menjaga dan mengenalkan warisan itu kepada generasi penerus,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi panitia dan masyarakat Moyo Hilir yang bergotong royong menyelenggarakan Festival Budaya Paroso. Menurutnya, kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga tradisi.

“Kegiatan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang bergotong royong menyukseskan festival ini,” katanya.

Panitia menggelar Festival Budaya Paroso hingga 9 Agustus 2026. Masyarakat mengikuti berbagai lomba dan pertunjukan seni budaya selama festival berlangsung. Panitia juga akan menyerahkan hadiah kepada para pemenang pada malam penutupan. (*)

Artikel Terkait