Menggali Pesona Tersembunyi: Tim KKN UMMAT Kelompok 27 Laksanakan Survei Potensi Wisata Desa Mamben Daya
Mataram (NTBSatu) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 27 melaksanakan survei potensi wisata alam di Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi wisata desa yang selama ini belum dikelola secara optimal.
Survei berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026, dengan melibatkan mahasiswa KKN, Ketua Karang Taruna, serta masyarakat setempat. Tim menyasar sejumlah lokasi wisata alam di Dusun Gerumpang untuk menginventarisasi potensi, kondisi eksisting, hingga peluang pengembangannya.
Kegiatan tersebut berangkat dari kondisi Desa Mamben Daya yang memiliki kekayaan wisata alam berupa bentang alam, sumber mata air, dan kawasan yang masih asri. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi sektor unggulan desa yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Namun, hingga kini sejumlah lokasi wisata belum memiliki pengelolaan yang memadai. Sarana pendukung, penataan kawasan, promosi, hingga sistem pengelolaan destinasi masih memerlukan pembenahan agar mampu berkembang menjadi objek wisata yang layak dikunjungi.
Selama survei, mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap kondisi fisik lokasi wisata, akses menuju lokasi, fasilitas pendukung, kebersihan, keamanan, hingga potensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Tim juga melakukan wawancara dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga sekitar untuk menggali informasi mengenai sejarah lokasi, kondisi pengelolaan, serta harapan masyarakat terhadap pengembangan sektor pariwisata.
Seluruh hasil pengamatan didokumentasikan dalam bentuk foto, video, pencatatan titik koordinat, dan catatan lapangan. Data tersebut selanjutnya dianalisis sebagai dasar penyusunan rekomendasi pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata di Desa Mamben Daya.
Peserta kegiatan memberikan respons positif terhadap survei tersebut. Masyarakat berharap hasil identifikasi tidak berhenti pada tahap pendataan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pengembangan wisata yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Mereka meyakini pengelolaan wisata yang baik dapat membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong berkembangnya usaha mikro seperti kuliner, kerajinan, homestay, hingga jasa pemandu wisata.
Salah seorang peserta kegiatan, Rifki Nur Juliyadi mengatakan, survei tersebut tidak hanya bertujuan mengidentifikasi lokasi wisata, tetapi juga menggali berbagai potensi yang dapat dikembangkan bersama masyarakat.
“Kegiatan survei ini tidak hanya bertujuan mengidentifikasi lokasi wisata, tetapi juga menggali potensi yang dapat dikembangkan bersama masyarakat. Kami berharap hasil identifikasi dan pemetaan yang telah dilakukan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan wisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Mamben Daya,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMMAT berharap hasil identifikasi potensi wisata dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Desa Mamben Daya dalam menyusun kebijakan dan program pengembangan desa wisata secara berkelanjutan. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, pengembangan wisata juga diharapkan tetap memperhatikan aspek pelestarian lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (*)




