Kejar Target 100 Persen Distribusi Kartu KSB Maju, Pemerintah Fokus Validasi Data Riil
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan, komitmennya untuk menuntaskan pendistribusian Kartu KSB Maju. Target penyaluran dipastikan tuntas 100 persen pada 30 April 2026 mendatang.
Kepala Dinas Kominfo KSB, Dedy Damhudy mengungkapkan, hingga pertengahan April, realisasi distribusi telah mencapai angka 95 hingga 96 persen dari total sasaran sekitar 52.000 Kepala Keluarga (KK). Saat ini, pihaknya tengah fokus melakukan rekonsiliasi (rekon) data untuk menyisir sisa warga yang belum menerima manfaat secara fisik.
Dedy menjelaskan, hambatan utama dalam mencapai angka 100 persen adalah dinamika kependudukan. Misalnya, adanya penerima yang meninggal dunia atau mengalami perubahan status pernikahan.
“Saat terdata sebagai penerima KSB Maju ini mereka masih hidup, tetapi dalam perjalanannya meninggal. Bahkan ada juga yang memang sudah meninggal sebelumnya. Inilah yang sedang kami rekon agar target April ini selesai semua. Istilahnya datanya sudah solid, mana yang benar-benar meninggal dan mana yang tidak,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 14 April 2026.
Ia menambahkan, warga yang meninggal tetap dihitung dalam capaian realisasi karena hak administrasinya telah diproses. “Kurang tepat jika disebut tidak terdistribusi karena kendalanya adalah sasarannya sudah tidak ada. Di distribusi Tahap 3 ini, kami sekalian memverifikasi sedetail mungkin posisinya agar datanya benar-benar komplet.”
ASN sebagai Motor Penggerak dan Strategi Mitigasi
Guna memastikan tidak ada warga yang terlewat, Pemerintah KSB menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi motor penggerak di lingkungan masing-masing melalui strategi mitigasi rumah tangga sekitar.
“Besok di apel pagi, sesuai arahan, kita akan minta semua ASN untuk menunjukkan kartu mereka masing-masing. Ini bagian dari showcase dan juga memastikan motor penggerak kita, yaitu para ASN, sudah memegang haknya dan siap mengedukasi masyarakat. Jangan sampai kita menyuruh masyarakat, tetapi ASN-nya sendiri belum punya atau belum tahu,” tegas Dedy.
Pemerintah daerah meminta setiap ASN untuk mengecek minimal empat tetangga di sekitar tempat tinggal mereka (depan, belakang, kanan, dan kiri) untuk memastikan status penerimaan kartu mereka.
Dedy juga meluruskan mispersepsi yang berkembang di masyarakat mengenai peruntukan kartu. Ia menegaskan, Kartu KSB Maju adalah program yang berbasis Kartu Keluarga (KK) bukan perorangan.
“Indikator program Kartu KSB Maju ini berbasis KK. Rekening kartu tercetak atas nama Kepala Keluarga. Jadi, anggota keluarga lainnya sudah ter-cover di sana, bukan masing-masing individu dapat satu kartu,” jelasnya.
Satu kartu tersebut mencakup berbagai akses layanan, mulai dari pendidikan hingga kesehatan. Sebagai contoh, anggota keluarga yang harus dirujuk berobat ke Mataram dapat mengakses bantuan sebesar Rp1,5 juta melalui program Maju Kesehatan, serta fasilitas TRC Ambulans bagi siapa pun yang tercatat dalam KK tersebut.
Dedy Damhudy menyatakan optimismenya bahwa target 30 April akan tercapai melalui koordinasi intensif dengan lintas sektoral, termasuk koordinasi dengan pihak perbankan untuk sistem “jemput bola”.
“Target pencapaian ini adalah harga mati yang harus kita tuntaskan sesuai instruksi pimpinan. Kami juga meminta pihak bank untuk melakukan kunjungan langsung jika ada warga yang sakit dan tidak bisa hadir ke lokasi pembagian,” tambahnya. (Andini)



