Sidak Pasar Tana Mira Taliwang, Gubernur Iqbal Pastikan Stok Bapok Aman dan Siapkan Intervensi Harga Cabai
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tana Mira, Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Jumat, 13 Maret 2026. Sidak tersebut untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok (bapok) menjelang hari raya Idulfitri 2026.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, Gubernur Iqbal menyampaikan, komoditas yang berada di bawah kendali pemerintah dan Bulog terpantau stabil. Di antaranya, beras, gula, dan minyak goreng.
“Relatif harganya bahkan di bawah harga acuan atau sama dengan harga acuan. Artinya, dengan kemampuan pemerintah melalui Bulog untuk melakukan intervensi pasar, harga tetap terjaga,” ungkapnya, Jumat, 13 Maret 2026.
Merespons keluhan tersebut, Gubernur Iqbal menjelaskan, kenaikan harga cabai akibat cuaca ekstrem yang membuat petani belum berani melakukan panen raya. Sebagai solusi jangka panjang agar siklus kenaikan harga tahunan ini tidak berulang, Pemerintah Provinsi NTB tengah menyiapkan strategi di sektor hulu.
Gubernur Iqbal mengungkapkan, rencana inovatif dengan melibatkan sektor pendidikan untuk menciptakan stok mandiri pemerintah.
“Kita punya sekitar 270-an SMA dan SMK. Ini akan kita gunakan sebagai champion untuk melakukan penanaman cabai. Dengan begitu, pemerintah akan memiliki stok sendiri. Sehingga ke depan, intervensi pasar bisa lebih masif dan mandiri tanpa harus sepenuhnya bergantung pada mekanisme pasar luar,” jelasnya.
Pedagang Keluhkan Harga Cabai
Meski sebagian besar bapok stabil, tantangan besar masih ditemukan pada harga cabai. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Sahabandi, salah seorang pedagang di Pasar Tana Mira.
Ia mengeluhkan, harga cabai kecil yang sempat menembus angka di atas Rp100.000 per kilogram. Menurutnya, kondisi ini sangat memberatkan masyarakat, terutama golongan lansia dan warga dengan penghasilan tidak tetap.
“Yang saya harap itu penurunan harga barang. Seperti cabai rawit ini, kalau sudah di atas seratus (ribu) itu kasihan orang-orang tua dan para pekerja. Kami berharap harga distabilkan dari daerah asal pengiriman, seperti di Lombok. Karena kalau di Lombok turun, otomatis di sini kami jualan juga turun harganya,” ujarnya.
Distribusi dan Pengawasan Lingkungan
Terkait ketergantungan pasokan, Gubernur Iqbal menilai pertukaran komoditas antarwilayah adalah hal wajar selama masih dalam lingkup provinsi. Ia meminta dinas perdagangan terus memantau data harga secara real-time di seluruh kabupaten/kota di NTB, agar wilayah yang mengalami lonjakan harga dapat segera mendapat suplai dari daerah yang memiliki surplus atau harga rendah. (Andini)



