Pemkot Mataram: Lebih Baik Tutup Sementara Dapur MBG Bermasalah daripada Dipaksa Beroperasi
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mendukung penutupan sementara dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bermasalah.
Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, mengatakan keselamatan anak adalah prioritas. Karena itu, Pemkot memperketat pengawasan keamanan pangan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram.
Penutupan dan pembukaan kembali dapur menjadi kewenangan Koordinator Wilayah (Korwil) dan Satgas Pusat.
“Kami belum menerima laporan resmi mengenai unit mana saja yang tutup atau yang sudah buka kembali, karena itu ranahnya Korwil. Namun, peran Dinas Kesehatan kita sangat rigid untuk memastikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta kelayakan konsumsi dari menu yang disajikan. Ini menjadi penekanan khusus Bapak Wali Kota Mataram demi keselamatan anak-anak kita,” ujar Martawang, Selasa, 28 Juli 2026.
Martawang menilai, penutupan sementara bukan hambatan. Langkah itu justru memberi ruang untuk evaluasi dan perbaikan. Menurutnya, dapur yang belum memenuhi standar tidak boleh beroperasi. Risiko keracunan jauh lebih besar daripada keterlambatan distribusi makanan.
“Kalau ada yang tutup, berarti ada hal yang perlu kita evaluasi dan perbaiki. Soal cakupan sasaran itu menjadi ranah Badan Gizi Nasional (BGN). Yang menjadi perhatian utama kita adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak,” tegasnya.
Ia mengatakan, target penerima manfaat bukan satu-satunya ukuran keberhasilan MBG. Program itu juga harus menjamin makanan yang aman dan layak konsumsi.
Petugas melakukan inspeksi dan mengambil sampel makanan secara acak. Pemeriksaan meliputi kebersihan dapur, proses pengolahan, pemenuhan SLHS, serta kualitas menu. Harapannya, pengawasan itu dapat menekan risiko keracunan hingga nihil kasus.
Berdasarkan informasi yang NTBSatu terima, terdapat delapan dapur yang telah tutup sementara.
Redaksi telah mencoba konfirmasi melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Mataram, Isnan Purnama belum mendapatkan respons. (*)




