Kota MataramPemerintahan

Perempuan Tangguh Bencana: Cara Warga Ampenan Asah Kesigapan Darurat

Mataram (NTBSatu) — Wilayah Kecamatan Ampenan di Kota Mataram dikenal sebagai salah satu kawasan yang sangat rawan terhadap berbagai potensi bencana, mulai dari banjir rob, abrasi pantai, hingga banjir limpasan sungai.

Melihat kondisi geografis tersebut, pemerintah daerah telah menetapkan wilayah ini sebagai Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) guna menggenjot kesiapsiagaan dan ketahanan warga secara berkelanjutan.

Sebagai langkah nyata memperkuat status Kencana tersebut, program edukasi dan simulasi darurat bertajuk Perempuan Tangguh Bencana: Peningkatan Kepedulian Siaga Bencana.

IKLAN

Camat Ampenan, Erma Suryani mengatakan, fokus utamanya adalah membekali warga dengan pengetahuan mitigasi serta menekan risiko kerugian saat bencana melanda.

Ia menekankan masyarakat di tingkat kelurahan merupakan garda terdepan saat terjadi situasi darurat. Oleh karena itu, kesiapan fisik dan mental warga, khususnya kaum perempuan, sangat menentukan keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar.

“Keterlibatan perempuan sangat krusial dalam situasi darurat. Kita berharap warga tidak panik, tahu persis ke mana harus mengevakuasi diri, dan mampu mengambil tindakan penyelamatan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila bencana terjadi,” ujar Erma Suryani, Senin, 27 Juli 2026.

Pelatihan ini memberikan peserta pengetahuan komprehensif mengenai tahapan krusial mitigasi. Mencakup tindakan pencegahan sebelum bencana, cara bertahan saat bencana berlangsung, hingga langkah pemulihan pascabencana. Tak berhenti pada teori, warga juga langsung terjun dalam simulasi siaga bencana.

Layaknya menghadapi kondisi darurat sungguhan, para peserta mempraktikkan prosedur evakuasi. Mulai dari teknik penyelamatan diri, serta membangun jalur koordinasi yang efektif di tengah situasi krisis. 

Pelatihan ini bertujuan, supaya masyarakat Ampenan semakin siap dalam menghadapi bencana. “Harapannya, kegiatan ini dapat membentuk kultur masyarakat Ampenan. Yang makin tanggap, sigap, dan siap menghadapi ancaman bencana di wilayah pesisir,” pungkas Erma. (*)

Artikel Terkait