Nelayan Asal Wera Bima Hilang saat Melaut, Tim SAR Terjunkan Armada Penyisiran
Mataram (NTBSatu) – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap Beadin (60), seorang nelayan asal Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, NTB, pada Kamis, 23 Juli 2026. Korban dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan barat laut Pulau Sangiang sejak Selasa, 21 Juli 2026.
Koordinator Pos SAR Bima M Firdaus, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, membenarkan peristiwa tersebut.
”Hari ini tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian sejak pukul 06.30 Wita pagi ini, dengan memperluas area pencarian,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis, 23 Juli 2026.
Penyisiran hari kedua ini melibatkan personel gabungan dari Pos SAR Bima, Polairud Kota dan Kabupaten Bima, Polsek Wera, Babinsa Sangiang, Bhabinkamtibmas Wera, TSBK, Pemerintah Desa Sangiang, serta warga dan nelayan setempat.
Awal Mula Peristiwa
Peristiwa bermula ketika korban berangkat melaut sendirian menggunakan perahu pada Selasa, 21 Juli 2026, sekitar pukul 17.10 Wita. Korban biasanya menyelesaikan kegiatan menangkap ikan dan tiba kembali di darat sekitar pukul 21.00 Wita pada hari yang sama.
Namun, hingga Rabu pagi, 22 Juli 2026, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Pihak keluarga bersama warga desa sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi perairan tempat korban biasa memancing, tetapi tidak membuahkan hasil.
Setelah itu, pihak keluarga selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Pos SAR Bima untuk meminta bantuan penyisiran resmi.
Perluasan Area Penyisiran
Merespons laporan masyarakat, Tim Rescue Pos SAR Bima bergerak menuju lokasi peristiwa pada Rabu siang menggunakan armada Rigid Inflatable Boat. Tim gabungan langsung menyisir perairan di sekitar titik koordinat dugaan hilangnya korban.
Upaya pencarian awal berlangsung hingga Rabu sore. Namun, petugas menghentikan sementara operasi lapangan karena keadaan pencahayaan yang minim, dengan hasil pencarian masih nihil.
Pada hari kedua, tim membagi zona operasi dengan mengarahkan armada perahu ke lokasi yang lebih luas dari titik awal. Petugas memanfaatkan armada RIB dan perahu nelayan lokal untuk memantau pergerakan arus perairan Pulau Sangiang.
Hingga Kamis siang, tim SAR gabungan masih memantau laut untuk menemukan keberadaan korban. (*)




