Lombok Barat

Petugas Pecahkan Kaca Truk di Bertais, BPTD NTB Beri Klarifikasi

Lombok Barat (NTBSatu) – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan aksi pelemparan hingga memecahkan kaca kabin sebuah truk di Jembatan Timbang Bertais, Lombok Barat.

NTBSatu menelusuri video tersebut dan menemukan unggahan pada Minggu, 20 September 2026, melalui akun Instagram Feedmedsos. Unggahan itu mendapat puluhan tanda suka dan komentar.

Dalam video itu, seorang pria yang merekam kejadian mempertanyakan alasan petugas melempar stick lamp (tongkat lampu) ke arah mobil temannya. Lemparan itu membuat kaca mobil pecah dan mengenai pelipis sopir hingga mengalami luka ringan.

IKLAN

“Ini apa maksudnya ngelempar ini? Kenapa dilempar itu mobil itu? Kenapa ini dilempar? Orang enggak ngapa-ngapain ikut dilempar ini ayo. Kepalanya (sopir) kena lo itu pak,” kata salah seorang pria dalam video tersebut, mengutip Instagram Feedmedsos, Selasa 29 September 2026. 

BPTD Sampaikan Kronologi Berbeda

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTB yang membawahi Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau Jembatan Timbang Bertais menyampaikan kronologi berbeda dari narasi yang beredar. BPTD menyebut, insiden bermula ketika truk melaju zig-zag dan mengancam keselamatan petugas.

Plt Kepala BPTD Kelas II NTB, Boy Nurdin menyebut, kejadian itu terjadi pada tanggal 18 September lalu. Ia menegaskan, lembaganya tidak dalam posisi menyalahkan salah satu pihak.

IKLAN

“Kita tidak melihat siapa yang salah dan siapa yang benar, karena kejadian itu terjadi akibat emosional yang tidak tertahan,” kata Boy, Selasa, 29 September 2026.

Menurut petugas UPPKB Bertais, insiden terjadi sekitar pukul 23.10 Wita. Petugas melihat sebuah truk datang dari arah timur dalam kondisi berjalan zig-zag.

Truk tersebut juga menggunakan badan jalan sebelah kanan. Tiga petugas kemudian mengarahkan kendaraan menggunakan stick lamp.

Petugas mengarahkan pengemudi agar berhati-hati dan menghindari kendaraan di depannya. Menurut petugas, truk di belakang melaju cukup kencang dalam kondisi oleng.

Petugas mengaku sudah memberikan isyarat agar kendaraan tidak berjalan zig-zag. Namun, kendaraan tersebut hampir menabrak petugas yang berjaga.

Mediasi Telah Terjadi

Sekitar 47 menit setelah kejadian, perekam video bersama beberapa orang mendatangi kantor UPPKB. BPTD menyebut proses mediasi berlangsung cukup lama.

Dalam mediasi tersebut, tiga orang petugas sebut sudah meminta maaf kepada petugas. Petugas kemudian menganggap persoalan tersebut selesai.

Sebagai bahan evaluasi, BPTD NTB memerintahkan petugas tidak lagi mengarahkan kendaraan di luar area penimbangan. Boy menyebut, kebijakan itu mereka ambil agar keselamatan petugas terjamin dan mencegah kesan arogansi petugas.

“Kami tidak ingin menciptakan petugas-petugas yang arogan,” tegasnya.

Namun, setelah media tersebut, video kejadian kembali muncul di Facebook sekitar pukul 07.40 Wita. Video tersebut kemudian menyebar ke berbagai platform media sosial. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait