Lurah Monjok Timur Sasar Pemilik Kos-Kosan Sediakan ‘Tempah Dedoro’ Mandiri
Mataram (NTBSatu) – Kelurahan Monjok Timur sedang menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah di wilayahnya.
Fokus utama kini mengarah kepada para pemilik kos-kosan agar ikut berkontribusi aktif dengan menyediakan Tempah Dedoro (gumbleng/wadah penampungan sampah) secara mandiri.
Lurah Monjok Timur, Sumanto mengungkapkan, keberadaan rumah kos di wilayahnya sangat menjamur, seperti di Lingkungan Karang Sibetan, Gubuk Batu, dan Mambe. Di Karang Sibetan saja, tercatat kurang lebih 20 rumah kos yang beroperasi.
Banyaknya jumlah penghuni kos ini otomatis menyumbang volume sampah yang cukup signifikan setiap harinya. “Rencananya memang kita mau sosialisasikan dan mengimbau kepada para pemilik kos-kosan ini. Kami minta mereka untuk bisa membuat Tempah Dedoro sendiri di area kosnya,” ujar Sumanto, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Sumanto, penyediaan wadah mandiri di area kos-kosan akan menjadi solusi jangka panjang yang sangat efektif.
Dengan adanya fasilitas ini, proses pemilahan sampah khususnya sampah organik bisa langsung dari lingkungan kos sebelum diangkut. “Ini menjadi solusi untuk meminimalisasi sampah yang terbuang langsung ke TPS Mobile,” tambahnya.
Optimalkan Anggaran Pemerintah
Sejauh ini, Kelurahan Monjok Timur sebenarnya sudah mengintervensi penanganan sampah menggunakan anggaran daerah.
Dari anggaran tersebut, pemerintah kelurahan memfasilitasi pembuatan dua unit Tempah Dedoro untuk masing-masing lingkungan. Dengan total enam lingkungan yang ada di Monjok Timur, sudah ada 12 titik yang terealisasi.
Namun, anggaran pembuatan per unitnya yang terbatas, sekitar Rp500 ribu per titik membuat kelurahan harus mendorong swadaya dari masyarakat.
Di luar 12 titik yang dibiayai pemerintah, saat ini sudah berdiri sekitar 2 hingga 3 titik hingga tambahan yang dibangun secara mandiri dan kolektif oleh warga serta beberapa pemilik kos yang sudah sadar lingkungan.
Lewat gerakan edukasi yang menyasar pemilik kos-kosan ini, Sumanto berharap lingkungan Monjok Timur bisa menjadi kawasan yang lebih bersih dan tertib dalam mengelola sampah secara mandiri dari hulu. (*)




