Kota MataramOlahraga

Porprov 2026, Jumlah Atlet Kota Mataram Berkurang Dampak Efisiensi Anggaran

Mataram (NTBSatu) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Mataram menerapkan seleksi yang jauh lebih ketat dalam menentukan atlet yang akan dikirim pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

Hal ini menyusul adanya kebijakan efisiensi anggaran yang mengharuskan pihak KONI untuk bersikap jauh lebih selektif.

Ketua Umum KONI Kota Mataram, Firadz Pariska menjelaskan, pada perhelatan di tahun-tahun sebelumnya, kontingen atlet dari Mataram selalu menjadi yang terbanyak dari sembilan kabupaten/kota lainnya di Nusa Tenggara Barat (NTB).

IKLAN

Namun pada tahun ini, jumlah atlet yang dikirim terpangkas hingga berada pada urutan keempat. “Dari catatan saya justru tahun ini kita hanya nomor empat yang terbanyak, yaitu 587 atlet,” ujar Firadz, Senin, 13 Juli 2026.

Jumlah pengiriman atlet ini berada di bawah beberapa daerah lain seperti Lombok Barat, Lombok Timur, dan Sumbawa atau Sumbawa Barat (KSB).

Meski kuota atlet yang ikut Porprov menurun, Firadz memastikan target perolehan medali tidak akan ikut berkurang. Pihaknya tetap optimistis karena seleksi berlangsung secara ketat pada hasil pantauan terakhir. Serta pencapaian para atlet di Kejuaraan Daerah (Kejurda) maupun Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

IKLAN

Mataram Targetkan 180 Medali Emas

KONI Mataram bahkan memfokuskan pendaftaran secara spesifik hanya untuk atlet-atlet yang memiliki peluang besar untuk membawa pulang medali emas.

Firadz menegaskan, atlet yang hanya diprediksi meraih medali perunggu tidak dimasukkan dalam daftar kontingen kali ini.

Target perolehan medali emas yang KONI Mataram tetapkan pun terbilang ambisius. Yakni mencapai 180 keping emas. Angka ini naik sebanyak 28 medali dari capaian pada ajang Porprov sebelumnya yang berada di angka 152 medali emas.

Keputusan yang sangat selektif tersebut berdasarkan analisa yang matang dengan melibatkan sport science (ilmu keolahragaan).

Firadz menyebut, proses pemilihan ini berlangsung panjang dengan melibatkan indikator teknologi serta penilaian kesiapan tingkat kebugaran masing-masing atlet.

“Banyak indikator yang kita masukkan untuk memutuskan memilih atlet yang akan kita kirim,” tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap perjuangan para atlet yang akan berlaga.

Orang nomor satu di Mataram tersebut menaruh harapan besar agar Kota Mataram mampu tampil maksimal, dan meraih kembali gelar juara umum pada ajang olahraga tertinggi di NTB ini.

Pemerintah kota memberikan dukungan penuh secara moril maupun materil kepada seluruh kontingen.

“Kita harus optimis, dengan persiapan yang matang dan disiplin tinggi, Kota Mataram bisa kembali membawa pulang piala juara umum dan mempertahankan supremasi olahraga kita,” pungkas Mohan. (*)

Artikel Terkait