Dapat Dukungan Pusat, Gubernur Iqbal Sebut DED Jalan Port to Port Lembar-Kayangan Mulai Disusun
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mempersiapkan pembangunan jalan port to port Lembar-Kayangan dan menargetkan pembangunan fisik mulai pada 2027.
Tahun ini, Pemprov NTB memfokuskan penyusunan Detailed Engineering Design (DED) setelah menuntaskan studi kelayakan pada 2025.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri terkait mulai membahas usulan proyek tersebut. Ia mengaku telah menyampaikan rencana pembangunan jalan port to port kepada pemerintah pusat.
“Sudah sounding ke Presiden, dan menteri-menteri terkait. Menteri-menteri terkait juga sudah terlibat dalam pembahasan port to port itu. Insyaallah kita tetap maju,” kata Gubernur Iqbal, Senin, 13 Juli 2026.
Gubernur Iqbal juga meluruskan proyek pembangunan jalan port to port tersebut tidak mencapai sepanjang hampir 100 kilometer. Ia menyebut, Pemprov NTB hanya merancang sekitar 15 kilometer trase baru.
Selebihnya, Pemprov NTB memanfaatkan ruas jalan yang sudah ada melalui pelebaran, peningkatan kapasitas, dan revitalisasi.
“Tidak ada ratusan kilometer. Totalnya tidak sampai 100 kilometer. Yang trase benar-benar baru mungkin sekitar 15 kilometer. Selebihnya modifikasi, pelebaran jalan yang ada, dan revitalisasi,” ujarnya.
Gubernur Iqbal mengatakan studi kelayakan proyek telah rampung pada tahun lalu. Tahun ini, Pemprov NTB memprioritaskan penyusunan DED sebagai acuan pelaksanaan pembangunan.
“Studi kelayakannya sudah selesai tahun lalu. Tahun ini kita fokus ke DED,” ucapnya.
AHY Dukung Pembangunan Port to Port
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan dukungannya terhadap pembangunan jalan port to port Lembar-Kayangan.
Ia menilai proyek tersebut penting untuk memangkas biaya logistik sekaligus memperkuat konektivitas di NTB.
Meski demikian, AHY menegaskan pemerintah pusat masih akan mempelajari usulan tersebut secara lebih rinci. Ia ingin terlebih dahulu mendengar paparan lengkap dari Gubernur NTB.
“Kalau itu nanti saya ingin mendengarkan dulu dari Pak Gubernur. Kemarin beliau baru menyampaikan secara singkat. Saya ingin mendengarkan lebih lengkap lagi soal port to port,” ujar AHY usai menghadiri peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut AHY, pembangunan konektivitas antarpelabuhan sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai infrastruktur transportasi yang saling terhubung akan meningkatkan efisiensi distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
“Prinsipnya konektivitas yang terhubung akan meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya logistik dan biaya transportasi sehingga semakin efisien. Saya setuju sekali,” kata Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. (*)




