PemerintahanSumbawa

Kemarau Mengintai, BPBD Sumbawa Mulai Salurkan Air Bersih

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Musim kemarau mulai menunjukkan tandanya di Kabupaten Sumbawa. Debit air di sejumlah wilayah perlahan menyusut, sementara kebutuhan masyarakat terhadap air bersih terus meningkat. Menghadapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa mulai menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan meski pemerintah daerah belum menetapkan status siaga kekeringan.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Kabupaten Sumbawa, Suhran, S.P., mengatakan pemerintah daerah masih menunggu Surat Keputusan (SK) Bupati terkait penetapan status siaga kekeringan. Namun, kondisi itu tidak menghambat kesiapan BPBD dalam melayani masyarakat.

“Secara administrasi kami memang masih menunggu SK Bupati. Tetapi personel dan sarana sudah siap. Hari ini kami juga menyiapkan distribusi air bersih ke Dusun Limung, Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara,” ujarnya kepada wartawan NTBSatu, Jumat, 3 Juli 2026.

IKLAN

Suhran menjelaskan, BPBD tetap menyalurkan air bersih ke desa-desa yang mulai mengalami kekurangan air. Beberapa desa telah mengajukan permohonan bantuan. Sehingga petugas langsung bergerak ke lapangan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Petakan Desa Rawan Kekeringan

BPBD telah memetakan sejumlah desa yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan. Sebagian desa kini mulai keluar dari kategori rawan setelah hadirnya sarana air bersih. Meski begitu, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Sekitar 20 persen wilayah yang sebelumnya sering mengalami kekeringan kini sudah berkurang karena ada pembangunan sarana air bersih. Tetapi kami tetap melakukan mitigasi dan pemantauan,” katanya.

IKLAN

Ia menambahkan, informasi dari BMKG mengenai potensi kemarau ekstrem menjadi perhatian serius BPBD. Karena itu, petugas terus memantau perkembangan di lapangan sembari bersiap memenuhi permintaan distribusi air bersih dari desa-desa yang mulai terdampak.

Selain kekeringan, Suhran juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kebakaran yang kerap meningkat saat musim kemarau.

“Musim kemarau selalu meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati saat menggunakan kompor, membakar sampah, maupun memeriksa instalasi listrik di rumah,” ujarnya.

Menurutnya, korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran di permukiman. Banyak warga menambah daya listrik tanpa menyesuaikan instalasi yang sudah lama terpasang sehingga risiko kebakaran ikut meningkat.

Karena itu, BPBD terus menggencarkan sosialisasi bersama pemerintah desa agar masyarakat memeriksa kembali instalasi listrik di rumah masing-masing. BPBD juga mengingatkan para orang tua untuk mengawasi anak-anak saat bermain agar tidak memicu kebakaran.

Di akhir wawancara, Suhran mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.

“Gunakan air sesuai kebutuhan yang benar-benar penting. Mari kita hemat air dan bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran agar risiko bencana selama musim kemarau dapat kita kurangi,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait