Pemerintahan

Dinilai Tidak Layak, DPR RI Minta Pemprov NTB Renovasi Bertahap GOR Turide Jelang PON 2028

Mataram (NTBSatu) – Komisi V DPR RI meminta Pemprov NTB memprioritaskan renovasi bertahap GOR Turide Mataram agar siap menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Serta, mengusulkan revitalisasi total kawasan akan berlangsung setelah ajang nasional tersebut selesai.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menyampaikan permintaan itu saat memimpin kunjungan kerja ke GOR Turide, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia meninjau kondisi kawasan sekaligus membahas rencana pengembangan kompleks olahraga bersama jajaran Pemprov NTB.

IKLAN

Lasarus menilai, kawasan GOR Turide seluas 11 hektare memiliki potensi besar menjadi pusat olahraga modern. Lokasi tersebut mendapat dukungan Bandara Internasional Lombok, Kawasan Mandalika, serta jaringan jalan yang memadai.

“Kalau mau bangun, bangun yang besar. Kita punya Mandalika, bandara bagus, jalannya bagus. Potensi kawasan ini sangat baik untuk berkembang,” kata Lasarus, Rabu, 22 Juli 2026.

Tim teknis memaparkan konsep penataan kawasan yang mencakup stadion utama, GOR basket dan futsal, padepokan pencak silat, serta area parkir.

Tim juga masih menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pembangunan.

Dengan itu, Lasarus menilai pembangunan ulang kawasan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp700 miliar sulit selesai sebelum PON 2028.

Ia meminta Pemprov NTB lebih dulu memperbaiki fasilitas utama agar memenuhi standar penyelenggaraan.

“Provinsi renovasi dulu supaya layak untuk PON. Setelah itu baru kita lanjutkan revitalisasi kawasan secara menyeluruh,” ujarnya.

Lasarus juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum segera menyusun DED penataan kawasan GOR Turide. Kemudian, Komisi V DPR RI akan membahas rancangan tersebut bersama pemerintah sebelum menentukan tahapan pembangunan berikutnya.

Susun Asesmen Awal

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB, Lalu Kusuma Wijaya mengatakan, timnya telah menyusun asesmen awal.

Tim tersebut memetakan kebutuhan anggaran sekaligus mengidentifikasi bagian bangunan yang memerlukan perbaikan.

Kusuma menjelaskan, tim teknis masih menyempurnakan perencanaan agar pemerintah dapat menghitung kebutuhan biaya secara rinci.

Hasil pendetailan itu juga menjadi dasar pembagian tugas antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kami sudah menyusun asesmen awal. Kami masih menyempurnakan perencanaan agar kebutuhan anggaran dan pembagian tugas dapat kami hitung secara rinci,” katanya kepada wartawan, Rabu, 22 Juli 2026.

Kusuma mengakui usia bangunan GOR Turide sudah cukup tua sehingga membutuhkan revitalisasi menyeluruh.

Namun, keterbatasan waktu membuat Pemprov NTB mengutamakan renovasi venue yang mendukung pelaksanaan PON 2028.

Ia menjelaskan, pembahasan sementara mengarah pada renovasi lintasan atletik sebagai prioritas awal. Pemprov NTB menyiapkan dokumen perencanaan, sedangkan pemerintah pusat menangani pekerjaan konstruksi sesuai kesepakatan.

“Kami lebih dulu menyiapkan venue atletik untuk PON. Setelah ajang selesai, kami lanjutkan revitalisasi kawasan GOR Turide secara menyeluruh,” ujarnya.

Komisi V DPR RI dan Pemprov NTB sepakat menjalankan proyek secara bertahap. Skema tersebut memberi ruang bagi pemerintah menyiapkan venue prioritas tanpa mengganggu target penyelenggaraan PON 2028. (*)

Artikel Terkait