Lombok Tengah

Dinsos Lombok Tengah Tegaskan Bansos dan Bantuan Air Bersih Tetap Aman Selama Kemarau

Lombok Tengah (NTBSatu) – Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Tengah memastikan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat miskin dan rentan tetap berjalan selama musim kemarau. Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, dinas juga menyiapkan bantuan air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah, Masnun mengatakan, masyarakat yang telah terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) masih tetap aman. Karena bantan tersebut terus tersalurkan dan mereka menjadi prioritas.

“Bagi masyarakat miskin dan rentan yang sudah masuk penerima manfaat bantuan PKH, sembako, BLT, dan PBI JK tetap aman,” kata Masnun kepada NTBSatu, Minggu, 5 Juli 2026.

IKLAN

Siap Dropping Air Bersih

Terkait kebutuhan air bersih, dinas siap melakukan dropping air apabila ada permintaan dari masyarakat. Mereka yang membutuhkan bisa melakukan pengajuan melalui surat dari kepala dusun maupun kepala desa.

“Kalau permintaan air bersih cukup surat dari kepala dusun atau kepala desa, InsyaAllah kami akan melakukan dropping,” ujarnya.

Program ATENSI

Selain bansos, Dinas Sosial Lombok Tengah juga menyiapkan bantuan lain apabila kemarau berlangsung lebih lama. Bantuan tersebut melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang menyasar kelompok rentan, terutama lansia.

IKLAN

Program ATENSI itu untuk lansia yang hidup sendiri, tidak memiliki keluarga yang mengurus, dan belum menerima bantuan sosial lainnya seperti PKH maupun BPNT.

“Bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan dasar atau sembako bagi keluarga tinggal dan lansia yang belum tersentuh bantuan lainnya,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan air di tengah potensi musim kemarau tahun ini. Menurutnya, langkah penghematan perlu dilakukan agar ketersediaan air tetap terjaga.

Selain itu, Kadinso juga meminta masyarakat menjaga kondisi kesehatan dan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa apabila mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Terutama kebutuhan air bersih.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih hemat menggunakan air dan tetap menjaga kesehatan,” tutup Masnun. (*)

Artikel Terkait