Bisnis Rumah Sakit dan Klinik di Kota Mataram Kian Menjamur, Izin Operasional Cukup Sekali Terbit
Mataram (NTBSatu) – Bisnis layanan kesehatan terus berkembang di Kota Mataram. Pertumbuhan rumah sakit, klinik, dan apotek menunjukkan tingginya minat investasi sektor kesehatan sekaligus meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, menyebut Mataram memiliki potensi besar bagi pelaku usaha bidang kesehatan. Menurutnya, jumlah fasilitas kesehatan terus bertambah setiap tahun.
“Investasi sektor kesehatan Kota Mataram cukup luar biasa. Potensinya terus tumbuh sehingga banyak pelaku usaha melihat peluang membuka layanan kesehatan,” ujarnya, Minggu, 5 Juli 2026.
Data Dinas Kesehatan Kota Mataram mencatat, saat ini Mataram memiliki 16 rumah sakit, 97 klinik, dan 159 apotek. Pertumbuhan tersebut memperluas pilihan layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mendorong persaingan pelayanan yang semakin baik.
Meski jumlah fasilitas kesehatan terus meningkat, Dinas Kesehatan tetap memperkuat pengawasan. Langkah itu menjadi penting setelah pemerintah mengubah ketentuan izin operasional fasilitas kesehatan.
“Sekarang izin operasional cukup sekali terbit dan berlaku selama fasilitas kesehatan masih beroperasi. Karena itu, sejak proses awal kami harus memastikan seluruh persyaratan sudah terpenuhi,” kata dr. Emirald.
Perubahan aturan tersebut membuat proses verifikasi awal menjadi lebih ketat. Setelah izin terbit, Dinas Kesehatan tetap melakukan pembinaan dan pemantauan secara berkala agar setiap fasilitas kesehatan menjaga mutu pelayanan serta memenuhi standar yang berlaku.
“Kalau tidak ada pemantauan, tentu bisa muncul persoalan. Kami terus melakukan visitasi agar kualitas pelayanan tetap terjaga,” katanya.
Tim Dinas Kesehatan telah memantau sekitar 15 fasilitas kesehatan, meliputi klinik dan apotek. Hasilnya, tim hanya menemukan beberapa kekurangan ringan yang tidak memengaruhi pelayanan kepada masyarakat.
“Temuan kami sebatas catatan kecil dan langsung kami minta untuk diperbaiki. Sampai sekarang belum ada pelanggaran berat,” ungkapnya.
dr. Emirald menilai pertumbuhan rumah sakit, klinik, dan apotek mampu memperkuat akses layanan kesehatan sekaligus mendorong iklim investasi yang sehat.
Ia juga berharap pertumbuhan investasi di sektor kesehatan sejalan dengan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Mataram.(*)




