Dua Rumah Terbakar di Bima, Kerugian Capai Rp60 Juta

Mataram (NTBSatu) – Kebakaran hebat melanda satu unit rumah panggung sembilan tiang dan sebuah bangunan rumah beton berukuran 4 x 7 meter di Dusun Sasak, Desa Melayu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima pada Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 13.25 Wita.
Dugaan sementara, korsleting arus pendek listrik memicu kemunculan api hingga menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima, Ruslan, membenarkan peristiwa tersebut.
“Kebakaran bermula dari bagian atas dalam ruangan rumah. Kemungkinan besar terpicu oleh korsleting listrik,” ujarnya kepada NTBSatu pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Saat peristiwa berlangsung, pemilik rumah bernama Pua Aco (60) sedang berada di kebun. Kebakaran pertama kali berayun ketika seorang warga melihat kepulan asap tebal dari arah rumah petani tersebut.
Selanjutnya, saksi mata berteriak meminta pertolongan dan bergegas menyusul korban ke kebun untuk mengabarkan musibah tersebut.
Aksi Cepat Warga Lokasi
Menurut Ruslan, bahan material bangunan rumah panggung yang mayoritas berbahan kayu membuat kobaran api membesar dengan sangat cepat. Hanya dalam hitungan menit, api menjalar ke seluruh area dan melumat bangunan rumah batu di dekatnya.
Masyarakat yang melihat situasi kritis tersebut langsung bahu-membahu menyiramkan air menggunakan peralatan seadanya. Langkah cepat warga ini berhasil melokalisasi pergerakan api sehingga tidak merembet ke kompleks perumahan padat penduduk di sekitarnya.
Upaya pemadaman oleh masyarakat secara swadaya sebelum armada mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sangat membantu. Mereka berhasil mencegah api merembet ke rumah warga yang lain,” lanjutnya.
Sembari warga memadamkan api, salah seorang anggota pemadam yang tinggal di sekitar lokasi langsung menghubungi petugas piket melalui grup telepon internal Damkar, untuk meminta bantuan armada tambahan.
Penanganan Bantuan Pasca-Kebakaran
Satu unit mobil pemadam kebakaran dari pos Kecamatan Lambu tiba di lokasi kejadian pada pukul 13.35 WITA dan langsung menyemprotkan air ke titik api. Setelah sekitar 12 menit, satu unit armada tambahan dari Pos Sape datang memperkuat proses lokalisasi kebakaran.
Petugas gabungan bersama warga akhirnya berhasil memadamkan api secara total pada pukul 14.00 Wita. Pihak Damkar memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, namun kerugian material mencapai Rp60 juta rupiah.
Setelah peristiwa tersebut, pihak Damkar meminta aparat desa setempat untuk berkoordinasi dengan dinas sosial dan instansi terkait. Langkah ini sangat krusial guna mempercepat penyaluran bantuan darurat dan logistik bagi korban yang kehilangan tempat tinggal. (*)




