Sedia Abate Sebelum Hujan: Karang Taliwang ‘Curi Start’ Cegah DBD Sejak Dini
Mataram (NTBSatu) — Pemerintah Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, memilih untuk “mencuri start” dalam mengantisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
Langkah mitigasi yang agresif ini menyusul kondisi cuaca di wilayah Lombok yang tidak menentu atau mengalami anomali, yang berpotensi besar mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Lurah Karang Taliwang, Lalu Halit Wisnu Jati menyampaikan, wilayahnya tidak ingin kecolongan. Fokus utama saat ini adalah memperkuat koordinasi lintas sektor dan langsung bergerak ke tengah masyarakat sebelum genangan-genangan air akibat hujan dadakan sempat menjadi sarang nyamuk.
“DBD adalah perhatian kita bersama. Kita tidak boleh menunggu sampai muncul kasus baru bergerak. Langkah mitigasi dan pencegahan harus kokoh sejak dini,” ujar Halit, Rabu, 1 Juli 2026.
Memutus Siklus di Musim Pancaroba
Anomali cuaca, di mana hujan dan panas ekstrem datang bergantian dalam waktu singkat menjadi tantangan terbesar. Genangan air kecil yang tercipta dari hujan dadakan, jika terkena paparan matahari yang hangat, akan menjadi inkubator sempurna yang mempercepat telur nyamuk menetas menjadi larva.
Mengantisipasi hal tersebut, Kelurahan Karang Taliwang tidak hanya mengandalkan sosialisasi verbal. Pemerintah kelurahan bersama masyarakat langsung menggencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Peta-peta kerawanan dipantau, dan pembagian bubuk abate dilakukan secara masif untuk memastikan bak-bak penampungan air warga aman dari jentik.
Langkah preventif yang konsisten ini membuahkan hasil positif. Hingga memasuki pertengahan tahun 2026, Kelurahan Karang Taliwang berhasil mempertahankan status zero case atau belum ada satu pun kasus DBD di wilayahnya.
“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada kasus. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, trennya juga menunjukkan penurunan yang sangat signifikan,” ungkap Halit.
Meski data rinci mengenai perbandingan angka kasus tahun 2025 berada di Puskesmas Karang Taliwang, Halit optimistis kesadaran warga yang tinggi tahun ini menjadi perisai utama penurunan tren tersebut. (*)




