Pemerintahan

Sempat Batal, FS dan DED Proyek Jalan Bypass Lembar-Kayangan Dikerjakan Tahun Ini

Mataram (NTBSatu) Pemprov NTB komitmen realisasikan pembangunan jalan bypass yang menghubungkan Pelabuhan Lembar, Lombok Barat dan Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.

Adapun proyek ini ditargetkan bisa memangkas waktu tempuh logistik dan perjalanan di Pulau Lombok. Dari sekitar 6 jam menjadi hanya 1 jam 45 menit.

Saat ini proyek senilai Rp3,5 triliun ini akan memasuki tahap Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan. Di mana pada tahun 2025, sempat batal karena keterlambatan pengajuan proses tersebut. “Sekarang kita lelang lagi,” kata Asisten II Setda NTB, Lalu Moh. Faozal, kemarin.

Faozal mengatakan, alasan pembatalan FS tahun lalu, karena masih berlangsungnya tahapan administrasi, khususnya terkait pengadaan jasa konsultan.

Selain FS, Pemprov NTB juga merencanakan pengerjaan Detail Engineering Design (DED) mulai tahun ini. Setelah itu baru memasuki tahapan konstruksi.

“Untuk konstruksi tunggu FS dan DED nya selesai dulu. Mudah-mudahan bisa jalan (tahun 2027),” ujarnya.

Pada tahun ini juga, Pemprov NTB akan melakukan tender ulang proyek analisi dampak lingkungan (Amdal) untuk pembangunan jalan bypass tersebut. Nilai proyeknya sebesar Rp1 miliar.

“Untuk Amdal, tahun lalu gagal tender, sekarang dilanjutkan lagi,” katanya.

Telan Anggaran Rp3,5 Triliun

Sebelumnya, mantan Kepala Dinas PUPR NTB, Sadimin mengatakan, ruas jalan bypass ini nantinya akan melintasi wilayah selatan Lombok, mulai dari Lembar kemudian kearah Sengkol, Keruak, Labuhan Haji, Korleko, Pohgading baru ke Pringgabaya.

“Jalur ini juga akan melintasi jalur eksisting yang sudah ada namun dengan volume yang tidak terlalu padat bangunan, karena jika melewati yang sudah banyak bangunan permanen membutuhkan anggaran yang besar,” kata Sadimin.

Secara keseluruhan, lanjut Sadimin, anggaran untuk pengerjaan proyek ini kurang lebih Rp3,5 triliun. Rinciannya, Bypass satu dari Patung Sapi Gerung sampai Bundaran Bandara Internasional Lombok (BIL) dengan panjang lintasan sekitar 20,4 kilometer, anggarannya sekitar Rp700 miliar.

“Kemudian jalan Sengkol – Pringgabaya sekitar Rp2,8 triliun. Panjang jalannya nanti tergantung trasenya, antara 50-55 kilometer,” ungkapnya.

Sadimin mengatakan khusus di Lombok Tengah akan melintasi beberapa ruas jalan kabupaten, karena di sana lahan sawahnya sudah masuk kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B).

“Jadi syaratnya susah, kalau di masyarakat yang pemukiman padat mahal,” kata Sadimin. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button