Setahun Lumpuh Usai Serangan Siber, Transaksi Digital Bank NTB Syariah Tembus Rp18 Miliar
Mataram (NTBSatu) – Serangan siber yang dialami Bank NTB Syariah pada Maret 2024 lalu berdampak pada aktivitas transaksi digital melalui aplikasi Mobile Banking (M-Banking). Dampak tersebut terjadi setelah Bank Indonesia (BI) membekukan layanan M-Banking milik bank daerah tersebut.
Setelah cukup lama tidak beroperasi, kini BI kembali memberikan izin operasional terhadap aplikasi M-Banking Bank NTB Syariah. Sanksi yang sebelumnya dijatuhkan juga telah dicabut pada Januari 2026.
“Sebenernya kita udah dapet izin ya (dari BI). sekarang (M-Banking) sudah bisa,” ujar Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, kemarin.
Kini Aplikasi tersebut sudah bisa beroperasi. Nasabah sudah bisa menggunakan seluruh fitur dalam aplikasi mobile banking Bank NTB Syariah. Mulai dari transaksi ke bank Himbara lain dan juga fitur Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) milik Bank NTB.
“Sekarang usah bisa semua. Bayar QRIS transfer antar-bank. Semua sudah bisa,” ujarnya.
Ia menyampaikan, dalam hitungan dua hari setelah bisa beroperasi penuh, nilai transaksi melalui aplikasi tersebut mencapai Rp18 miliar. Rinciannya, sebesar Rp10 miliar income transaksi dan Rp18 miliar transaksi keluar.
“Ini langsung membeludak (transaksinya). Ya mungkin kan sudah lama orang tunggu,” katanya.
Belajar dari kasus tersebut, lanjut dia, ke depan Bank NTB Syariah akan meningkatkan security atau keamanan siber.
Nazaruddin membocorkan, beberapa kali perangkat lunak Bank NTB Syariah mendapat gangguan siber. Dalam data internasional perbankan, bank-bank dari Indonesia menjadi salah satu target hacker dari belahan dunia.
“Data nasional itu kan seperti di salah satu bank Himbara itu bisa sampai 1 juta serengan per hari. Jadi model sekarang sangat canggih, yang mencoba membobol itu pakai robot. Setelah itu baru hacker masuk,” ujarnya.
Jaring Ahli IT Lokal
Guna memperkuat keamanan siber, Bank NTB Syariah akan melakukan rekrutmen tenaga atau ahli IT. Skema rekrutmennya melalui officer development program (ODP) khusus IT. Menjaring talenta-talenta berbakat dalam bidang tersebut.
“Dalam waktu dekat kita juga berencana akan membuka ODP. Tapi khusus IT, kita maunya yang kita rekrut adalah anak-anak NTB lah. Kita buka di sini,” jelasnya.
Nazaruddin memastikan, serangan siber mobile banking Bank NTB Syariah yang terjadi pada Maret 2025 lalu tidak berpengaruh ke data nasabah Bank NTB. “Jadi data nasabah kami tidak terganggu ya makanya tidak ada nasabah yang terganggu,” tandasnya.
Sebagai informasi, akibat insiden siber itu, ditemukan adanya transaksi tidak sah sebesar Rp180 miliar. Rinciannya, sekitar Rp26,3 miliar pada layanan investasi dan sekitar Rp149 miliar pada layanan lainnya. (*)



