Lawan Inflasi Jelang HBKN, Pemkab Sumbawa Barat Guyur Subsidi Pangan 60 Persen melalui GPM
Lindungi Masyarakat dari Fluktuasi Harga
​Senada dengan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat, Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P., menjelaskan, GPM ini bukan sekadar seremoni rutin. Melainkan, upaya konkret pemerintah dalam melindungi konsumen dari fluktuasi harga pasar yang kerap tidak terkendali.
​Ia memaparkan, dengan pemberian subsidi mencapai 60 persen tersebut, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang jauh di bawah harga pasar. Selain itu, program ini juga untuk merangkul produsen lokal agar roda ekonomi daerah tetap berputar.
​”Gerakan pangan murah ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Menjamin ketersediaan barang, serta melindungi masyarakat dari lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan,” jelas Nurul.
​Lebih lanjut, Nurul menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan agenda stabilisasi harga ini. Tercatat, mulai dari Bulog, Bank NTB Syariah, BPR NTB, hingga dinas teknis. Seperti, Dinas Pertanian dan Perikanan turut terlibat secara aktif.
​Terkait keberlanjutan program, Nurul mengungkapkan, Pemkab Sumbawa Barat telah menyusun jadwal intensif agar manfaatnya merata hingga ke tingkat desa.
​”Kegiatan serupa kita rencanakan sebanyak 24 kali sepanjang tahun 2026. Bahkan, frekuensinya bisa bertambah untuk menjangkau desa-desa dengan akses terbatas agar distribusi pangan tetap merata,” tambahnya.
​Melalui sinergi antar-OPD dan mitra penyedia pangan, Pemkab Sumbawa Barat berharap stabilitas ekonomi makro di daerah tetap terjaga. Sehingga, masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan suci dengan tenang tanpa terbebani persoalan harga pangan. (*)



