Banjir Terjang Empat Kecamatan di KSB: 960 KK Terdampak, Taliwang Berstatus Waspada
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melaporkan, banjir melanda empat kecamatan pada Selasa, 24 Februari 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) langsung menggelar rapat darurat dan menurunkan tim ke titik-titik terdampak, untuk melakukan pendataan dan bantuan cepat.
Kepala Pelaksana BPBD KSB, Abdullah mengatakan, rapat koordinasi dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda), Hairul Jibril menindaklanjuti instruksi Bupati agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergerak cepat.
“Rapat langsung dipimpin Pak Sekda. Instruksi Bupati jelas, semua OPD harus segera turun ke lapangan untuk menanggulangi dampak banjir di titik terdampak,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 24 Februari 2026.
Abdullah merinci wilayah terdampak, yakni Desa Mataiyang, Kecamatan Brang Ene; Desa Beru dan Desa Belo, Kecamatan Jereweh; Desa Mantun, Kecamatan Maluk; dan Kecamatan Sekongkang
Sementara itu, Kecamatan Taliwang masih berstatus waspada karena potensi genangan yang bisa bertahan lebih lama.
Ia menjelaskan, di Desa Mataiyang, banjir bandang terjadi akibat curah hujan tinggi dan topografi curam. Meski demikian, tidak ada korban jiwa.
“Banjir juga merusak fasilitas sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tengah mendata kerusakan sekaligus menghitung kebutuhan anggaran perbaikan,” ungkapnya.
Selain itu, di Kecamatan Jereweh, sekitar 650 Kepala Keluarga (KK) terdampak, khususnya dapur rumah yang terganggu, sehingga kebutuhan makanan menjadi prioritas.
“Dinas Sosial langsung menyiapkan dapur umum untuk buka puasa dan sahur bagi warga yang terdampak,” tambahnya.
Kemudian, di Kecamatan Maluk, tercatat sekitar 300 KK terdampak. Sementara itu, di Kecamatan Sekongkang, ada 10 KK terdampak.
“Banjir di kedua wilayah ini bersifat sementara dan sudah mulai surut,” jelasnya.
Penuhi Kebutuhan Warga Terdampak
Pemkab Sumbawa Barat berkolaborasi dengan PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Polres, Bank NTB Syariah, Dinas PUPR, dan Dinas Lingkungan Hidup (LH) mengerahkan kendaraan tangki air minum ke lokasi terdampak.
“Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) turut membantu proses pembersihan sisa material banjir,” tambahnya.
Abdullah mengimbau masyarakat tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan, mulai dari keluarga hingga lingkungan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga drainase, agar tidak terjadi pendangkalan yang bisa memperparah banjir.
“Kita tetap siaga. Mitigasi dimulai dari skala kecil, dari keluarga ke lingkungan. Kalau dari pemerintah, insyaAllah siap untuk penanggulangan,” tutupnya. (*)


